Jumat, 16 Maret 2018

Asal Tebang Kayu Jati Warga Pakah Terancam Bui

Asal Tebang Kayu Jati Warga Pakah Terancam Bui

NGAWI. Sebut saja Is pria 39 tahun warga Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Ngawi terancam bui akibat ulahnya. Pasalnya, pria dengan wajah kalem tersebut bersama rekanya Sup diduga telah menebang pohon jati di area petak 26 RPH Pakah BKPH Kedungbanteng masuk Desa Pakah, Kecamatan Mantingan pada 15 Maret 2018 lalu sekira pukul 17.30 WIB

“Untuk saat ini yang bersangkutan (Is-red) langsung ditahan di Mapolsek Mantingan sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Penangkapan terhadap Is ini setelah petugas Perhutani melakukan lidik,” terang Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP ES Martono, Jum’at (16/03).

Tandasnya, barang bukti yang berhasil disita dari tangan Is antara lain 7 batang kayu jati berbagai ukuran dan satu unit sepeda motor jenis Honda Supra tanpa plat nomor. Dihadapan polisi saat diinterogasi Is mengaku perbuatanya dan pasrah untuk diproses hukum. 

“Dari hasil interogasi kepada terduga pelaku ia mengakui semua yang dilakukan. Bahkan perbuatannya yang tergolong illegal loging ternyata dilakukan bersama Sup salah satu rekanya. Sayangnya saat penyergapan Sup ini kabur dan kami meminta kepada yang bersangkutan segera menyerahkan diri,” beber AKP ES Martono.

Tambahnya, dalam beberapa bulan awal tahun 2018 ini aksi kriminal berupa penebangan kayu jati di area hutan milik Perhutani wilayah Ngawi memang marak. Hal ini mengindikasikan kesadaran warga sekitar hutan belum memahami sepenuhnya terhadap keseimbangan alam yang seharusnya dijaga. 

Dan terkait pasal penjeratan terhadap Is, pihak polisi menerapkan Pasal 82 (1) huruf c Jo Pasal 12 huruf c UURI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo Pasal 55 (1) KUHP. (pr)


Kamis, 08 Maret 2018

Di Pangkur, Sarjono Terus Suport Realisasi Masjid Desa Senilai Rp 2 Miliar Lebih

Di Pangkur, Sarjono Terus Suport Realisasi Masjid Desa Senilai Rp 2 Miliar Lebih

NGAWI - Peran aktif dari salah satu wakil rakyat di Ngawi ini bukan sebatas isapan jempol belaka. Bersama seluruh warga masyarakat Desa/Kecamatan Pangkur, Ngawi, Sarjono yang posisinya sebagai Wakil Ketua DPRD Ngawi terus berupaya memberikan hal terbaik bagi wilayahnya.


Salah satu bukti nyata yang ia lakukan tidak lain sukses menjembatani pembangunan Masjid Jami Desa Pangkur yang direncanakan bakal menelan biaya Rp 2.031.520.902 atau Rp 2 miliar lebih. Masjid berukuran 20 x 20 meter tersebut kata Sarjono legislator dari Partai Golkar bakal segera direalisasikan dalam waktu dekat.


"Untuk saat ini dananya sudah terkumpul sekitar Rp 500 juta lebih dari total dana yang dibutuhkan nanti dan segera dibangun untuk konstruksi dasarnya. Semua dana yang masuk berasal dari swadaya masyarakat desa sini (Desa Pangkur-red) baik yang berdomisili didalam desa maupun mereka yang sukses di perantauan," terang Sarjono, Jum'at (09/03).


Tandasnya, pembangunan masjid yang terbilang 'megah' tersebut sebenarnya hanya pindah lokasi. Jika sebelumnya ada dibelakang kantor Desa Pangkur dan berada dipinggir sawah dan sekarang dibangun lagi berada dipinggir jalan. Dengan alasan inilah semua jamaah dan warga masyarakat Desa Pangkur sepakat kalau lokasi masjid dipindah.


"Harapanya kalau lokasinya sekarang lebih representatif artinya mudah dijangkau jamaah. Kalau dulu berada dibelakang kantor desa lokasinya masjid kurang strategislah," tandasnya.


Diakuinya, pekerjaan masjid yang berada di pinggir jalan lintas alternatif Ngawi-Madiun tersebut bakal dilakukan dua jilid. Di tahun 2018 ini difokuskan pada struktur dasar dan kubah sedangkan untuk 2019 mendatang dikonsentrasikan pada ornamen dalam maupun luar masjid hingga pekerjaan finishing.



"Insyaallah masjid itu akan bermanfaat bagi semuanya dan makmur. Ini bisa dibangun atas keiklhasan warga disini kalau kita sifatnya hanya mensuport saja," pungkas Sarjono. (pr)


Kabag Sumda Berikan Khotbah di Masjid Baitul Muqorrobin Pangkur

Kabag Sumda Berikan Khotbah di Masjid Baitul Muqorrobin Pangkur

NGAWI –Kali ini Kasat Binmas AKP Didik Supriyadi mendapingi Kabag Sumda melaksanakan safari Jumat di Masjid Baitul Muqorrobin Desa Pleset Kecamatan Pangkur pada hari Jum'at Tgl 9 Maret 2018.


Dalam Safari Jumat kali ini Kabag Sumda KOMPOL Bahrun Nasikin, S.Ag., M.Ag., menjadi Imam dan Khotib dalam Safari Jumat. Kabag Sumda menyampaikan Khotbah tentang informasi atau berita Hoax dengan adanya penyerangan tokoh-tokoh agama yang ada di berbagai daerah di wilayah NKRI.


Bahrun Nasikin juga menyampaikan himbauan Kambtibmas “Dengan Gemah Ripah Loh Jinawi” (kekayaan alam) Indonesia yang melimpah, pelaksanaan Toto Tentrem Kerto Raharjo (negara dan pemerintahan).


Safari Jumat ini dihadiri oleh Kasat Binmas AKP Didik Supriyanto, S.H., Kapolsek Pangkur beserta anggota Polsek Pangkur, KBO Satbinmas Polres Ngawi IPTU Supardi dan anggota Satbinmas Polres Ngawi serta Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda serta warga Desa Pleset Kecamatan Pangkur.


Sebelum meninggalkan Masjid Safari Jumat Team Safari Jumat Polres Ngawi, Kabag Sumda di dampingi Kasat Binmas dan Kapolsek Pangkur memberikan sarana kontak dan foto bersama terhadap Takmir Masjid Baitul Muqorrobin Desa Pleset Kecamatan Pangkur.(Jf)