Sabtu, 29 Desember 2018

Jelang Tahun Baru Petugas Sisir Cafe Karaoke Kota Ngawi

Jelang Tahun Baru Petugas Sisir Cafe Karaoke Kota Ngawi


SIGAPNGAWI - Puluhan petugas gabungan dari aparat Polres Ngawi, Sub Denpom TNI dan Satpol PP melakukan razia ke sejumlah hotel dan café karaoke. Operasi razia dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba maupun penyakit masyarakat lainya jelang perayaan pergantian tahun yang tinggal menghitung tersebut, Sabtu, (29/12).

Puluhan petugas berseragam mulai pukul 20.00 WIB langsung menyasar ke beberapa café karaoke di Kota Ngawi. Kali ini yang disasar meliputi Hokky, Diva dan rumah kaca. Sayangnya saat petugas menyasar ke cafe karaoke rumah kaca yang ada di Jalan Supriyadi Ngawi tersebut kondisinya tutup tidak operasional.

"Kali ini ada tiga cafe karaoke yang kita sasar. Namun untuk rumah kaca tutup tidak operasi," jelas Kompol Rudy Sesunan Kabagops Polres Ngawi.

Jelasnya, dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) kali ini mengerahkan 71 personel gabungan. Seperti yang terlihat di di cafe karaoke Diva maupun Hokky beberapa perempuan pemandu lagu (PL) berhasil diperiksa identitasnya.  Selain itu mereka wajib melakukan tes urin untuk memastikan sebagai pemakai atau tidak  dengan memakai tester.

“Kalau kegiatan operasi cipta kondisi seperti akan kita gelar menjelang tahun baru. Tujuanya jangan sampai momen pergantian tahun ada kegiatan yang sekiranya menjadi bagian dari penyakit masyarakat," tutup Rudy Sesunan. (pr)




Rabu, 19 Desember 2018

WASPADA : Penipuan Dengan Modus “GENDAM” Kembali Terjadi di Daerah Hutan Ngawi

WASPADA : Penipuan Dengan Modus “GENDAM” Kembali Terjadi di Daerah Hutan Ngawi


SIGAPNGAWI – Waspada memang harus di setiapa waktu. Jangan sampai kejadian gendam membuat raib harta benda kita.

Seperti yang dilansir pada Rabu 19 Desember 2018 pukul 16.00 WIB, adannya laporan inisial “DR” Ibu Rumah tangga 57 tahun, Ke Polsek Kedunggalar tentang adanya tindak penipuan dengan modus gendam, 1 (satu) unit sepeda motor Honda Scoopy Nopol AE 2301 JH, warna coklat hitam th 2018, STNK atas nama DARWATI raip di bawa kabur dengan modus gendam oleh tersangaka yang di perkirakan 2 orang.

Tepatnya Dipinggir jalan raya Ngawi – Solo masuk Dusun Ngubalan Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.

Menurut keterngan korban “Kejadian berawal pada hari Rabu 19 Desember 2018 sekira pukul 11.00 WIB, saya berangkat dari Rumah menuju kerumah mertua di Dusun Sonde Kec. Pitu Kab. Ngawi dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy Nopol AE 2301 JH seorang diri melalui Jalan Raya Solo - Ngawi dari Gendingan ketimur.

Sesampainya di TKP (tempat kejadian perkara) korban dipepet dan diberhentikan 2 (dua) orang pemuda yang berboncengan mengendarai motor Honda Vario warna putih, setelah berhenti 2 pemuda yang tidak diketahui identitanya tersebut mendekati korban dan menepuk pundak kanan sebanyak 1 (satu) kali kemudian bertanya tentang tujuan perginya korban. 

Setelah menjawab pertanyaan tersebut merasa pusing dan kemudian korban tidak sadarkan diri, setelah sadar Sudah duduk dipinggir jalan dalam keadaan lemas dan pusing melihat sepeda motor Honda Scoopy Nopol AE 2301 JH dan helm yang kupakai sudah tidak ada, baru menyadari. ” ungkap korban. 

Kemudian Kurang lebih 2 jam ada pengendara sepeda arah Ngawi berbalik menolong korban, setelah mendapat penjelasan tentang kejadian yang dialami korban kemudian Saksi menolong korban diantar ke Pos Lalu lintas Monumen Suryo, untuk selanjutnya diantar ke Polsek Kedunggalar untuk proses lebih lanjut. (Jf)




Selasa, 18 Desember 2018

Polsek Kedunggalar Mendatangi TKP Orang MD Diduga Gantung Diri

Polsek Kedunggalar Mendatangi TKP Orang MD Diduga Gantung Diri


SIGAPNGAWI – Bertempat di Rt 02/ 02 Dusun Recobanteng, Desa Wonorejo, Polsek Kedunggalar, evakuasi warga yang meninggal dunia yang di sebabkan/ diduga gantung diri, Selasa (18/12/2018).


Kapolsek Kedunggalar AKP Sukusman mengatakan, setelah menerima laporan adanya orang gantung diri bertindak cepat dengan mendatangi TKP bersama dengan tim medis dari Puskesmas Kedunggalar.


“Kejadian berawal saat istri korban Sdri Parmi bangun tidur melihat suaminya tidak ada ditempat, kemudian meminta tolong saksi 1 yang bernama Saimun (70) yang beralamat Dusun Recobanteng, RT 02/02 Desa Wonorejo, Kec.Kedunggalar, pada pukul 05.30 wib. Saat pencarian tersebut ditemukan di kebun jati milik Sdr. Warsito yang terletak diseberang jalan depan rumah korban, sudah dalam keadaan tergantung di pohon jati dengan menggunakan tali senar. Mengetahui hal tersebut saksi 1 kemudian melaporkan ke Kasun Recobanteng Sdr.Sumarno dan diteruskan ke Polsek Kedunggalar, ungkap Kapolsek.


Menurut Kapolsek, Berdasarkan olah TKP dan hasil pemeriksaan dari medis di mungkinkan korban meninggal karena bunuh diri, dan tidak diketemukan bekas/ tanda-tanda penganiayaan.


“Adapun identitas korban adalah Sdr Wir Jardi warga Rt 02/02 Dusun Recobanteng, Desa Wonorejo, Kec.Kedunggalar, Kab.Ngawi, untuk penyebabnya, menurut keterangan istri korban Sdri Parmi diduga depresi punya penyakit darah tinggi yang sudah menahun dan tidak kunjung sembuh, ungkap Kapolsek. (Prln)