Tampilkan postingan dengan label informasi. seputar Ngawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. seputar Ngawi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2019

Bawaslu Ngawi Temukan Ribuan Tabloid Indonesia Barokah, Dikonsultasikan Dewan Pers

Bawaslu Ngawi Temukan Ribuan Tabloid Indonesia Barokah, Dikonsultasikan Dewan Pers



SIGAPNGAWI. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ngawi menindaklanjuti beredarnya ribuan eksemplar tabloid Indonesia Barokah yang tersebar di wilayah Ngawi. Abjudin Widiyas Nursanto Ketua Bawaslu Ngawi mengatakan setidaknya ada ribuan eksemplar tabloid yang diduga kontenya berisi pemberitaan tendensius tentang politik tersebut. 

Tabloid tanpa kejelasan penerbit itu beber Abjudin, menyasar ke beberapa masjid dan pondok pesantren di wilayah Ngawi. Dan penyebaranya mulai terendus sejak Rabu lalu, (23/01/2019), setelah diterima Kantor Pos Cabang Ngawi dan didistribusikan ke 16 titik sub kantor pos yang ada di wilayah kecamatan.

"Sejak kemarin kita sudah melakukan koordinasi dengan kantor pos untuk proses indentifikasi. Tentunya terkait jumlah yang sudah masuk di 16 sub kantor pos kecamatan," terang Abjudin Widiyas Nursanto, Sabtu, (26/01/2019).

Urainya, yang berhasil ditemukan Bawaslu di Kantor Pos Cabang Ngawi untuk sementara ini ada 16 bendel dikemas kedalam karung masing-masing terdiri 3 amplop berisi 10 eksemplar tabloid Indonesia Barokah. Diprediksi sampai sejauh ini mencapai ribuan eksemplar tabloid mengingat dari proses pengiriman terus diterima pihak kantor pos sampai Kamis, (24/01/2019).

Menyangkut indikasi pelanggaran isi tabloid Indonesia Barokah terkait pelaksanaan Pemilu 2019 jelas Abjudin, belum melihat secara utuh konten yang dimuat dan perlu kajian mendalam. Hanya saja jika terindikasi adanya pelanggaran terhadap pemilu memang masuk ranah Bawaslu hanya saja akan dikoordinasikan dengan Dewan Pers. 

Karena kapasitas Dewas Pers sebagai lembaga sah yang berhak menguji salah dan benarnya isi konten. Sehingga apapun alasanya Bawaslu Ngawi belum berani menyimpulkan beredarnya tabloid tersebut mengandung muatan black campaigh atau kampanye hitam.

Sesuai pengamatan awak media di Kantor Pos Cabang Ngawi terhadap salah satu amplop warna coklat di pojok atas kiri tertulis Kepada Yth Terhormat Pengurus Masjid Al-Amin, Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur. Sedangkan dipojok kanan bawah tertulis SIP : Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi. (pr)



Senin, 05 November 2018

Di Ngawi, Pengendara Bawah Umur Dominasi Tilang Operasi Zebra 2018

Di Ngawi, Pengendara Bawah Umur Dominasi Tilang Operasi Zebra 2018



SIGAPNGAWI || Memasuki hari ke-6 pelaksanaan Operasi Zebra 2018 di wilayah Ngawi masih didominasi pelanggaran pengendara sepeda motor dibawah umur. Data yang berhasil dihimpun hasil dari operasi lalu lintas yang dilakukan dibeberapa titik tersebut jumlah pelanggar dibawah umur pada Senin 05 Nopember 2018 mencapai 110 orang.

Dari angka itu pelaku pelanggaran pun didominasi para pelajar yang hendak maupun pulang sekolah. Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto mengharapkan, bagi orang tua siswa baik yang duduk dibangku SMP maupun SMA sederajat untuk mengantarkan putra putrinya ke sekolah. 

“Bagi orang tua saya harapkan dengan sangat untuk mengantarkan putra putrinya ke sekolah. Jangan sampai memberikan peluang si anak itu membawa sepeda motor sendiri,” terang AKP Yanto Mulyanto, Senin, (05/11/2018).

Diakuinya, sudah seringkali pihaknya melakukan sosialisasi tentang tata cara keselamatan berkendara ke sekolah-sekolah secara terjadwal. Hal ini untuk meminimalisir kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara dibawah umur. 

Pungkasnya, selain pengendara dibawah umur jumlah pelanggaran lalu-lintas juga disumbang kasus pengendara melawan arus. Tentu saja mengindikasikan si pengendara menginginkan jalur lintas tanpa memperhatikan keselamatan. (pr)

Rabu, 31 Oktober 2018

Peringati Sumpah Pemuda, GP Ansor Laksanakan Apel Besar & Workshop

Peringati Sumpah Pemuda, GP Ansor Laksanakan Apel Besar & Workshop



SIGAPNGAWI || Ratusan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ngawi dan Banser daerah setempat dalam peringatan Sumpah Pemuda ke-90 kali ini menggelar workshop kebangsaan dan apel sumpah pemuda dilapangan Desa Dero, Kecamatan Padas, Ngawi, (28/10/2018). 

Dalam kesempatan itu workshop dibuka langsung oleh Wadir Kamneg Mabes Polri Kombes Pol Dedy Djunaedy didampingi Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dan Mahsun Fuad Ketua GP Ansor Ngawi.

Dalam pesannya Kombes Pol Dedy Djunaedy sebelum membuka workshop menjelaskan, pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran pengurus GP Ansor yang telah menggelar workshop tentang kebangsaan demi menjaga keamanan, kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. 

Ia menekankan, terkait peristiwa pembakaran bendera dalam tanda petik milik organisasi terlarang HTI di Garut, Jawa Barat semua pihak harus bijak dalam menyikapi persoalan tersebut.

Diakui Dedy, pembakaran bendera HTI menjadikan persoalan sensitif dan jangan sampai bangsa menjadi terpecah belah. Efeknya sangat luar biasa jika tidak segera diredam dan bisa berpotensi meluas tidak sebatas didalam negeri melainkan bisa ke luar negeri. 

Dengan adanya peristiwa di Garut, harus diselesaikan dengan kepala dingin. Apalagi di Indonesia dengan mayoritas umat muslim tetap mengedepankan cara penyelesaian secara ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah dan ukhuwah Insaniyah. 

"Jangan sampai di Indonesia ini yang mayoritas muslim tercoreng dengan persoalan daripada peristiwa di Garut. Dimana peristiwa itu yang dilakukan bukan hanya sebatas penegakan melainkan bagaimana peran kita memelihara keamanan ini menjadi kondusif," terang Kombes Pol Dedy Djunaedy.

Dedy meminta seluruh anggota Ansor maupun Banser serta masyarakat luas khususnya di Ngawi harus bersikap arif, waspada dan dipenuhi rasa bijak dan tidak terprovokasi akan hasutan perpecahan yang mungkin sengaja dilakukan pihak tertentu. 

Apabila terjadi hasutan baik ujaran kebencian, penyebaran berita hoax yang diarahkan ke sesama anak bangsa apapun alasanya tidak dibenarkan baik moral apalagi hukum negara. Disatu sisi makna kebhinekaan yang selama ini sebagai satu eksistensi penopang keutuhan bangsa Indonesia akan sirna.

Ditempat yang sama Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu menegaskan, sesuai makna dari Sumpah Pemuda setiap individu pemuda bangsa terutama GP Ansor maupun Banser menjadi pemersatu keutuhan bangsa Indonesia. 

Demikian workshop kebangsaan yang digelar GP Ansor Ngawi mempunyai peran sentralistik terhadap pembentukan karakter pemuda bangsa. Hadirnya pemuda harus mempunyai sikap dan perilaku bisa menghargai perbedaan dan toleransi ditengah masyarakat. 

Apalagi generasi muda yang masih mempunyai rasa idealisme tinggi sangat rawan jika dipengaruhi paham-paham intoleran dan radikal. Sehingga perlu adanya pencegahan dini dengan memberikan wawasan kebangsaan kepada generasi muda seperti yang dilakukan GP Ansor Ngawi.

"Generasi muda dalam peranya harus mampu mengembangkan sikap-sikap toleransi dilingkungan masyarakat maupun sekolah. Dan kita tadi memberikan pemahaman tentang konsekuensi hukum apabila melanggar tindak pidana terorisme, radikalisme maupun penyebaran ujaran kebencian dan atau penyebaran berita hoax dan lain-lainya," ulas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Selanjutnya Mahsun Fuad Ketua GP Ansor Ngawi adanya workshop kebangsaan dan apel sumpah pemuda dilatarbelakangi dari kondisi yang luar biasa baik isu politik maupun SARA. Dengan adanya itu tujuan dari workshop untuk kembali meneguhkan sikap anak bangsa terhadap komitmen menjaga kedaulatan NKRI.

"Tentunya kami Ansor maupun Banser bersama elemen masyarakat lainya ingin Indonesia satu, Indonesia damai dan tidak ada konflik didalamnya. Mudah-mudahan kegiatan yang kami gelar hari ini bermanfaat positif bagi semuanya untuk lebih mencintai negeri dan bangsa Indonesia yang berdaulat berdasar Pancasila dan UUD 1945," pungkas Mahsun. (pr)
 
 

Kamis, 20 September 2018

Jelang Pengesahan Warga PSHT Ini Himbauanya Dari Ketua Cabang Ngawi

Jelang Pengesahan Warga PSHT Ini Himbauanya Dari Ketua Cabang Ngawi



NGAWI - Sugeng Hariyono Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ngawi menjelang tahun pengesahan 2018 ini menghimbau untuk mentaati semua peraturan lalu-lintas bagi para calon warganya. Menyusul, mulai 20 September - 07 Oktober 2018 mendatang para calon warga PSHT akan mengikuti proses pengesahan di Cabang PSHT Ngawi.


"Kami harapkan semua calon warga maupun warga PSHT ketika berangkat maupun pulang dari kegiatan pengesahan yang dimulai nanti malam untuk mentaati semua peraturan lalu-lintas. Jangan sampai membuat kegaduhan yang sekiranya mengganggu kenyamanan masyarakat," ujar Sugeng Hariyono, Kamis, (20/09).


Tegasnya, apapun alasanya sebagai warga PSHT harus santun dan menjadi contoh perilakunya ditengah masyarakat. Jangan sampai menggunakan kendaraan sepeda motor dengan berboncengan lebih dari dua orang , knalpot di brong demikian juga tanpa helm. Sebaliknya, setiap warga maupun calon PSHT harus menjadi tauladan dan memberikan situasi yang nyaman ketika pelaksanaan pengesahan berlangsung.


Dibenarkan Sugeng, untuk jumlah total calon warga PSHT Cabang Ngawi sebanyak 3.662 orang dari 19 ranting. Proses pengesahaanya sendiri terbagi atas 10 gelombang. Untuk gelombang pertama 20 September 2018 bakal diikuti 385 calon warga dari 2 ranting yakni Kasreman dan Kwadungan. (pr)




Sabtu, 09 Juni 2018

Kapolda Jatim Minta Waspadai 5 Fly Over Tol Fungsional Ngawi-Solo

Kapolda Jatim Minta Waspadai 5 Fly Over Tol Fungsional Ngawi-Solo


SIGAPNGAWI. Memasuki H-6 Lebaran Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin bersama Pandam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman melakukan inspeksi mendadak (sidak) tol fungsional Ngawi-Solo, Sabtu (09/06). Kegiatan sidak tersebut dilakukan menyusul masih adanya 5 titik rawan kecelakaan atau black spot bagi para pemudik akibat belum rampungnya pembangunan overpass.


 


“Pada prinsipnya tol harus bebas hambatan maka kami minta lima fly over ini harus segera dituntaskan. Karena tol ini sifatnya masih fungsional maka aktivitas warga harus benar-benar diawasi dan kalau nanti sudah operasional tol ini jelas mereka akan lewat overpass,” terang Kapolda jatim Irjen Pol Machfud Arifin.


 


Ia pun mengapresiasi keberadaan tol meskipun masih fungsional namun bisa dimanfaatkan 24 jam penuh tanpa harus ada pembatasan waktu sampai pukul 17.00 WIB. Disamping itu keberadaan tol fungsional dua jalur antara Ngawi-Surabaya dan Wilangan-Kertosono mengurangi kepadatan arus kendaraan pemudik di simpang Mengkreng, Kediri.


 


Pungkasnya, puncak arus mudik bakal terjadi pada H-2 Lebaran khusunya dari arah Surabaya menuju wilayah Jawa Tengah. Dengan demikian Kapolda Jatim meminta para pengendara atau pemudik yang memanfaatkan tol fungsional untuk tidak kebut-kebutan yang bisa mengancam keselamatan. (pr)