Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

Sandiaga Sambangi Sentra Kerajinan Kayu Ngawi, Janji Apa Ya ?

Sandiaga Sambangi Sentra Kerajinan Kayu Ngawi, Janji Apa Ya ?


SIGAPNGAWI - Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno, Selasa (05/02/2019), mengunjungi sentra kerajinan bonggol jati Banjarejo, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu ia menegaskan komitmen pasangan calon nomor urut 2 dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berpihak kepada pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti halnya para pengerajin bonggol jati di Banjarejo.

Tujuannya demi meningkatkan lagi pangsa pasar produk-produk kerajinan berbahan khas  limbah jati tersebut. Selain itu dengan dipacunya sentra kerajinan kayu bisa meningkatkan lapangan kerja seluas-luasnya. Ia mengatakan bersama Prabowo, dirinya juga akan membuat kebijakan yang jelas dan tegas berpihak kepada ekonomi rakyat.

"Hadirnya sentra kerajinan jati di Ngawi ini memang cukup lama maka dari itu jangan berjalan ditempat terus perlu kita suport dengan program kerakyatan," terang Sandiaga.

Jelasnya, tidak dipungkiri lagi hadirnya tol memberikan dampak pada penjualan kerajinan jati anjlok. Sandi menegaskan harus secepatnya dicarikan jalan keluar salah satunya pembangunan stand/kios untuk produk kerajinan yang dihasilkan warga Banjarejo dan sekitarnya.

Ia juga akan berfokus pada kewirausahaan, karena banyak pelaku usaha rakyat yang dinilainya perlu mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Selain itu, sambungnya, pemerintahannya akan bekerja sama dengan dunia usaha memberikan berbagai akses pemasaran dan permodalan yang lebih baik.

Termasuk para millenial perlu dieksplor lagi kreatifitasnya untuk memperkiat sendi-sendi perekonomian rakyat. Jangan sampai home industri seperti di Ngawi tersebut mati suri justru sebaliknya. (pr)



Senin, 04 Februari 2019

BPN Pastikan Penerbitan Sertifikat Tanah Program PTSL Rampung Akhir 2019

BPN Pastikan Penerbitan Sertifikat Tanah Program PTSL Rampung Akhir 2019


SIGAPNGAWI - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ngawi memastikan penerbitan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bakal tepat waktu. Murtoyo Kasi Hukum Pertanahan BPN Ngawi menyebut semua sertifikat tanah yang diajukan pemohon melalui program berbiaya murah tersebut akan selesai dan diterima pada Desember 2019.

"Target kita akhir tahun ini selesai dari target yang ada. Kalau PTSL ini penerbitan sertifikatnya memang gratis dari BPN tapi ada beban biaya lewat panitia desa dalam mempersiapkan itu," terang Murtoyo, Senin, (04/02/2019).

Dijelaskan, PTSL untuk Ngawi harus secepatnya 'clear' pendataan. Maka bagi warga masyarakat yang hendak mengurus sertifikat tanah segera menghubungi panitia desa. Memang untuk tahun 2019 ini jumlah targetnya sertifikat tanah melalui PTSL sebanyak 65 ribu bidang tanah dari 56.500 sertifikat hak atas tanah.

Terpisah Bupati Ngawi Budi Sulistyono meminta dalam setiap proses pengukuran tanah tim atau kepanitian di tingkat desa dituntut maksimal. Jangan sampai PTSL menjadi satu program yang molor lebih-lebih tidak sesuai dengan target capaian nasional yang digadang Presiden Jokowi.  (pr)




Selasa, 15 Januari 2019

Satu Rumah Roboh BPBD Ingatkan Warga

Satu Rumah Roboh BPBD Ingatkan Warga



SIGAPNGAWI - Sapuan angin disertai hujan lebat selama satu jam pada Selasa kemarin, (15/01/2019), sekitar pukul 17.00 WIB menerjang berbagai wilayah Ngawi, Jawa Timur. Akibatnya satu rumah roboh tertimpa pohon dan beberapa rumah lainya mengalami kerusakan tepatnya di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi disebutkan selain di Bringin sapuan angin kencang juga terjadi beberapa desa di Kecamatan Kedunggalar. Dilokasi ini juga sama ada puluhan rumah rusak diterjang angin disertai hujan.

"Sekarang petugas gabungan mulai kepolisian, TNI dan relawan memperbaiki rumah yang rusak. Dan tim kita melakukan pendataan jumlah kerusakan rumah," terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Rabu, (16/01/2019).

Ia memperingatkan, kepada semua warga untuk ekstra waspada ketika rumahnya berdekatan dengan pohon. Jika ada pohon yang berpotensi roboh Heru meminta untuk ditebang apalagi posisinya ada disamping rumah. (pr)


Senin, 07 Januari 2019

Telat Blangko, 2 Ribu Lebih e-KTP Warga Ngawi Belum Bisa Dicetak

Telat Blangko, 2 Ribu Lebih e-KTP Warga Ngawi Belum Bisa Dicetak



SIGAPNGAWI - Kendati warga sudah melakukan print ready record (PRR) sebanyak 2.750 orang, kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP mereka tidak bisa dicetak oleh petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ngawi. Penyebabnya, stok blangko yang digunakan untuk mencetak e-KTP di Kabupaten Ngawi sudah habis dan telat dikirim oleh pemerintah pusat melalui Dirjen Dukcapil.

“Telatnya blangko e-KTP bukan masalah awal tahun maupun akhir tahun. Melainkan stok yang dikirim oleh Dirjen Dukcapil itu sangat terbatas sehingga pelayanan pembuatan administrasi kependudukan di Disdukcapil Ngawi sini juga berdampak,” terang Sugeng Kepala Disdukcapil Ngawi, Selasa, (08/01/2019).

Padahal kebutuhan blangko e-KTP dalam perharinya sekitar 300 blangko sesuai jumlah pemohon yang melakukan perekaman maupun memperbarui kartu kependudukan mereka. Telatnya blangko dari pusat beber Sugeng pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mencover jumlah pemohon.

Untuk Disdukcapil Kabupaten Ngawi estimasi kebutuhan blangko e-KTP sampai April 2019 nanti sekitar 10 ribu lembar. Jumlah itu termasuk bagi pemohon baru maupun mereka yang memperbarui kartu identitas diri yang mengalami kerusakan. Ia pun menyayangkan pengiriman blangko dari pemerintah pusat tidak sesuai dengan jumlah yang diajukan.

“Blangko harus kita ambil ke pusat namun hanya mendapatkan sekitar 500 blangko dan itu pun menungggu dulu. Kasihan pada awal tahun 2019 ini jumlah pemohon e-KTP luar biasa lihat sendiri terjadi antrean,” tutup Sugeng. (pr)

Kamis, 15 November 2018

 Kapolres Ngawi ‘Blusukan’ Ke Sawah Menertibkan Jebakan Tikus, Ini Alasanya !

Kapolres Ngawi ‘Blusukan’ Ke Sawah Menertibkan Jebakan Tikus, Ini Alasanya !



SIGAPNGAWI - Sebagai shock terapy terhadap para pemasang jebakan tikus beraliran listrik di sawah yang sering menimbulkan korban jiwa membuat Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dibuat murka. Ia pun melakukan operasi langsung kelapangan menertibkan jebakan tikus ‘berbahaya’ tersebut ke beberapa area sawah.

Bersama aparat terkait ia melakukan penertiban ke lokasi persawahan masuk Kecamatan Padas, Ngawi. Ditempat ini, Kapolres Ngawi menemukan dua lokasi instalasi listrik yang dipergunakan sebagai jebakan tikus. Tidak mau ada nyawa mati sia-sia lagi, beberapa barang bukti peralatan turut diamankan seperti kawat hingga kabel yang dihubungkan langsung ke speedometer.

“Jadi penertiban kali ini adalah sinergitas antara PLN, aparatur pemerintahan dan kepolisian untuk menyikapi kasus meninggalnya beberapa petani akibat jebakan tikus beraliran listrik. Pada poinya kita lakukan tindakan tegas sesuai prosedur,” tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Kamis, (15/11/2018).

Disebutkan, sepanjang tahun 2018 ada 7 nyawa petani meninggal akibat jebakan tikus beraliran listrik. Peristiwa seperti itu menurutnya, sebagai bentuk kecerobohan petani dalam hal menanggulangi maupun memberantas hama tikus sawah.

Dan kepada pelaku utama pemasangan jebakan tikus beraliran listrik secara tegas akan ditindak dengan dijerat Pasal 359 KUHP tentang unsur kelalaian yang mengakibatkan nyawa orang lain hilang. Tindakan represif tersebut tandasnya bukan dilakukan secara dadakan melainkan terlebih dahulu melalui langkah persuasive berupa pendekatan kepada petani seperti yang dilakukan ke puluhan petani diwilayah Kecamatan Geneng.

 
“Meskipun ada langkah-langkah persuasive namun kita juga mengimbangi dengan tindakan hukum. Intinya kita menyelamatkan nyawa petani. Perlu diketahui kita akan terus melakukan tindakan represif seperti ini apabila ditemukan lagi jebakan tikus beraliran listrik,” tandasnya.

Sementara Khusaini Manajer ULP PLN Cabang Ngawi apapun alasanya instalasi listrik yang dimanfaatkan sebagai jebakan tikus tetap menyalahi aturan. Jika masih ada petani yang melakukan hal serupa ia bakal ambil tindakan tegas dengan memutus jaringan listrik secara langsung.

“Sangat tidak dibenarkan, karena tidak ada instalasi listrik yang dipergunakan sebagai jebakan tikus. Itu sangat membahayakan,” kata Khusaini.

Terpisah, Togiman seorang petani asal Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas aksi nekat pemasangan jebakan tikus beraliran listrik dilokasi sawahnya setelah persemaian benih padi rusak diserang tikus hingga tiga kali. Pemakaian jebakan itu jelasnya, sebagai alternative terakhir setelah obat pestisida tidak mempan. (pr)