Rabu, 19 September 2018

Di Girimulyo Mendadak Terjadi Longsor BPBD Ingatkan Warga

Di Girimulyo Mendadak Terjadi Longsor BPBD Ingatkan Warga


SIGAPNGAWI - Bencana longsor mendadak terjadi di area persawahan masuk Dusun Manyul, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi sekitar pukul 15.00 WIB pada Rabu kemarin, (19/09). Diperkirakan akibat longsor tersebut tanah persawahan lebih dari 50 are tertimbun material longsor berupa tanah.

Dari data yang masuk longsoran terjadi di area persawahan milik tiga orang warga setempat antara lain Parmin, Suwandi dan Sujak. Untungnya kejadian ini jauh dari pemukiman warga dan hanya mengakibatkan kerugian sekitar Rp 5 juta.

“Sebelum kejadian kemarin mendadak ada suara gemuruh dari dalam tanah. Kemudian saya lari ternyata ada longsor itu saja,” terang Parmin salah satu pemilik lahan.

Terkait kejadian ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi menghimbau kepada warga untuk mewaspadai bencana longsor yang sering terjadi diwilayah setempat. Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi melalui selular mengatakan, penyebab longsor di area persawahan masuk Dusun Manyul akibat ada pergerakan tanah.

“Disekitar lokasi longsor kemarin itu memang kondisi tanahnya labil dan mudah bergerak. Apalagi lokasinya miring lebih 20 derajat maka dari itu kepada warga untuk waspada,” tegas Heru. (pr)

Selasa, 18 September 2018

Korban KA Argo Wilis Ternyata Menderita Tuli

Korban KA Argo Wilis Ternyata Menderita Tuli


SIGAPNGAWI || Pasca tewasnya Suyitno (35) tertabrak KA Argo Wilis disekitar perlintasan kereta api tanpa palang pintu masuk Dusun Salak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi akhirnya terungkap dengan gamblang. Peristiwa yang terjadi pada pukul 09.35 WIB pada Senin, (17/09) bermula korban yang tercatat sebagai warga Dusun Kenongorejo, RT 04/RW 05, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi hendak menyeberang rel di perlintasan tanpa palang pintu.

Sebelum kejadian, korban dengan mengendarai sepeda motor protolan tanpa plat jenis Yamaha Vega berjalan dari utara ke selatan. Saat bersamaan dari arah timur muncul KA Argo Wilis dengan nomor lokomotif LOGCC2061321, karena jarak terlalu dekat akhirnya korban tertabrak kereta api dan terseret sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Dari kejadian itu korban tewas seketika dengan luka mengenaskan disekujur tubuhnya. 

Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman menuturkan, sebelum kejadian korban sempat diteriaki warga yang berada disekitar lokasi kejadian. Karena tidak mendengar, korban nyelonong begitu saja hingga peristiwa terjadi. Setelah diusut, ternyata korban menderita bisu dan tuli. 

“Korban selama ini menderita bisu dan tuli jadi tidak mendengar ketika ada kereta api melintas maupun teriakan warga yang melihat,” terang Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman.

Kata Kapolsek Kedunggalar, korban tujuan awalnya hendak mencari jerami atau damen sebagai pakan ternaknya dirumah. Setelah kejadian itu jasad Suyitno langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum sebelum dimakamkan di TPU sekitar rumah duka. (pr)
 
 
 
Di Kedunggalar, Seorang Warga Tewas Tertabrak KA Argo Wilis

Di Kedunggalar, Seorang Warga Tewas Tertabrak KA Argo Wilis


SIGAPNGAWI || Mengenaskan kondisi jasad korban yang tewas tertabrak kereta api (KA) Argo Wilis diperlintasan tanpa palang pintu masuk Dusun Salak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi sekitar pukul 09.35 WIB, Senin, (17/09). Hingga berita ini diturunkan korban berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 50 tahun tersebut belum teridentivikasi. Hanya saja diperkirakan korban sebagai warga Dusun Dares, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi. 


Dari keterangan berbagai sumber dilokasi kejadian menyebutkan, korban dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter protolan atau tanpa nomor polisi hendak menyeberang rel kereta api tanpa palang pintu dari arah utara ke selatan. Sayangnya, saat kejadian itu korban tidak memperhatikan ada KA Argo Wilis yang melintas dari arah timur.

"Kejadianya cepet banget tahu-tahu ada suara brak gitu. Saya lihat ternyata ada korban yang sudah meninggal," terang Yudono salah satu warga sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman saat dilokasi kejadian menyebut pihaknya masih melakukan olah TKP termasuk mencari identitas korban. Ia hanya membenarkan korban berjenis kelamin laki-laki dan belum diketahui pasti usianya. Usai kejadian jasad korban langsung di evakusi kr kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi. (pr)