Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2018

70 Tahun Silam, Kali Kakak Saksi Bengisnya PKI Terhadap Gubernur Suryo

70 Tahun Silam, Kali Kakak Saksi Bengisnya PKI Terhadap Gubernur Suryo


SIGAPNGAWI - Mulai tahun 2018 ini Pemkab Ngawi menggelar satu agenda tahunan namun boleh dibilang sebagai hal baru. Yakni, lintas alam napak tilas Monumen Suryo – Museum Trinil sejauh 21 kilometer dengan ribuan peserta menelusuri lintasan alam plus termasuk Kali Kakak yang masuk Dusun Ngandu, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.
Ada apa dengan Kali Kakak ? iya 70 tahun lalu atau tepatnya 10 November 1948 dari berbagai sumber menyebutkan Raden Mas (RM) Tumenggung Ario Suryo yang tidak lain Gubernur Jawa Timur pertama kalinya itu meninggal dibantai secara keji oleh PKI. Sepulangnya dari Yogyakarta, Gubernur Suryo bersama dua orang pengawal hendak menuju Madiun.
Namun nahas, ditengah perjalanan tepatnya di hutan masuk area Banjarejo, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi ia berpapasan dengan gerombolan PKI. Mobilnya dicegat lantas Gubernur Suryo tanganya diikat dan diseret 10 kilometer menggunakan kuda. Namun beliau tidak meninggal lain halnya dengan dua pengawalnya yang mati terlebih dahulu akibat aksi keji PKI tersebut.
Kemudian gerombolan PKI dibawah komando Maladi Yusuf berspekulasi Gubernur Suryo mempunyai kesaktian sehingga susah dibunuh. Lantas PKI itu pun menyeret hingga melewati tiga sungai agar orang republik tersebut (kata PKI-red) bisa mati ketika dibunuh. Sampailah di sungai ketiga atau terakhir yang dikenal dengan sebutan Kali Kakak. Dilokasi inilah akhirnya Gubernur Suryo meninggal dengan cara disembelih oleh PKI.
Jasadnya dari sumber yang ada baru diketemukan tiga hari berikutnya dan dimakamkan di Magetan. Sebagai daerah kelahiranya. Dan kini dilokasi Kali Kakak ada satu tugu monumental untuk mengenang aksi bengisnya PKI yang ingin mengubah ideologi Pancasila. (pr)


Akhirnya Napak Tilas 21 Kilometer Suryo – Trinil Telusuri Kali Kakak

Akhirnya Napak Tilas 21 Kilometer Suryo – Trinil Telusuri Kali Kakak


SIGAPNGAWI - Lintas alam berlabel Napak Tilas Monumen Suryo – Museum Trinil dengan jarak tempuh 21 kilometer digelar Pemkab Ngawi melalui Disparpora dengan jumlah 1.876 peserta perseorang dan beregu. Agenda tahunan sebagai pengganti gerak jalan tradisional dalam mengenang Hari Pahlawan tersebut dilepas Bupati Ngawi Budi Sulistyono sekitar pukul 06.30 WIB, Minggu, (18/11/2018).
“Memang rute dan kegiatanya kita rubah karena kondisi jalanya makin padat maka dilakukan lintas alam napak tilas ini. Justru dengan napak tilas bisa memberikan edukasi kepada peserta yang mayoritas pelajar untuk mengenang kembali kebiadaban PKI kala itu dengan membunuh secara kejam Gubernur Suryo,” terang Kanang panggilan akrab Bupati Ngawi.
Jelasnya dengan rute Monumen Suryo diteruskan menyusuri Bengawan Solo demikian juga Kali Kakak dan berakhir Museum Trinil memberikan satu referensi akan sejarah bangsa ini. Dimana Gubernur Suryo diseret sejauh 10 kilometer melawati tiga sungai yang berakhir di Kali Kakak lalu dibunuh  oleh PKI.
Jika dikaitkan dengan finish di Museum Trinil yang masuk Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi sebagai potret akan keberadaan manusia purba. Bahwasanya, sekitar 2 juta tahun lalu ada suatu kehidupan manusia purba dilokasi Trinil. Sekaligus dengan napak tilas bisa memancing wisatawan untuk mengenal keberadaan Museum Trinil sebagai lokasi penyimpanan tulang-tulang purba.
Ditempat yang sama Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Ngawi kegiatan lintas alam napak tilas memang dibanjiri peminat dari luar daerah. Mereka bersama tim perseorangan maupun beregu yang didominasi pelajar menyusuri kembali keberadaan sejarah.
“Semua peserta dinilai baik kecepatan maupun ketepatan waktu sampai finish di Museum Trinil. Napak tilas yang pertama kalinya digelar ini memang sengaja kita suguhkan panorama alam Ngawi demikian juga nilai sejarah yang ada didalamnya,” pungkasnya. (pr)


Gerak Jalan Suryo - Ngawi Tamat, Ganti Napak Tilas

Gerak Jalan Suryo - Ngawi Tamat, Ganti Napak Tilas



SIGAPNGAWI || Gerak jalan tradisional Monumen Suryo - Ngawi dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer yang biasa digelar setiap tahun berakhir sudah alias tamat untuk tahun 2018 ini. Gantinya napak tilas menyusuri Bengawan Solo berakhir finish di Museum Trinil masuk Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.

Rahmad Didik Purwanto Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi menjelaskan, perubahan tersebut melalui pertimbangan keselamatan peserta itu sendiri. Sebab, sekarang ini volume arus lalu-lintas antara Monumen Suryo - Ngawi padat dibanding tahun sebelumnya. 

"Sekarang diganti napak tilas yang dilaksanakan besok itu (Minggu, 18 November 2018 - red). Perubahan kegiatan tahunan ini juga melalui beberapa pertimbangan lain," terang Didik Kepala Disparpora Ngawi, Sabtu, (17/11/2018).

Untuk napak tilas kata Didik akan menempuh jarak sekitar 21 kilometer. Rute yang dilewati bagian dari peristiwa meninggalnya Gubernur Suryo. Tujuanya tidak lain untuk memberikan satu referensi bagi peserta terhadap bengisnya PKI ketika menghabisi Gubernur Jawa Timur pertama kali itu dengan cara sadis.

Didik menerangkan untuk napak tilas bakal diikuti lebih dari 2 ribu peserta baik dewasa dan pelajar setingkat SMP dan SMA. Sedangkan masing-masing regu hanya dibatasi 5 orang tidak boleh lebih. Untuk penilaian pada kecepatan dan ketepatan waktu merebutkan tropy Bupati Ngawi.

"Inti dari napak tilas itu sendiri secara spesifik untuk lebih mempromosikan Museum Trinil menuju sport tourisem. Dan napak tilas akan diikuti dari peserta luar daerah termasuk Semarang, Solo dan kota lainya," tutup Didik. (pr)

Jumat, 02 November 2018

Melihat Sifat Seseorang Sesuai Dengan Golongan Darah

Melihat Sifat Seseorang Sesuai Dengan Golongan Darah


Penjelasannya:

1. Golongan Darah A

Seseorang yang bergolongan darah A adalah sosok yang cenderung introvert dan terkesan malu untuk memperlihatkan emosi dan perasaan apa yang sedang mereka rasakan. Mereka perfeksionis, namun mereka juga sangat perhatian dan setia terhadap orang-orang terdekatnya. Tidak suka diatur dan keras kepala menjadi salah satu sifat negatif yang mereka miliki.

2. Golongan Darah B

Orang bergolongan darah B adalah sosok yang sangat percaya diri dan juga sosok yang individualist. Mereka cenderung kreatif, sosok yang optimis, dan juga sosok yang sangat mencintai binatang. Namun mereka juga sosok yang cenderung egois dan mudah melupakan sesuatu lho.

3. Golongan Darah O

Orang yang bergolongan darah O adalah sosok yang sangat percaya diri, mudah berteman dengan siapa saja, dan sosok yang sangat ambisius. Mereka juga sosok yang cenderung takut untuk mengambil resiko.

Terkadang sebagian orang menilainya sebagai sosok yang sombong dan tidak peka terhadap perasaan orang-orang di sekelilingnya. Namun meski begitu, orang dengan golongan darah O adalah sosok yang paling menonjol jika berada di tengah-tengah sebuah kerumunan atau perkumpulan lho.

4. Golongan Darah AB

Banyak yang mengatakan bahwa orang-orang yang bergolongan darah AB adalah orang-orang yang terlahir untuk menjadi sosok yang pintar dan bahkan jenius. Sama seperti golongan darah A, mereka juga cenderung introvert. Mereka juga sosok yang terkadang suka menyendiri, kritis, dan suka bimbang dalam mengambil sebuah keputusan.

Nah itu dia beberapa fakta tentang golongan darahmu, bagaimana? Apa benar sifatmu seperti itu?

Sumber : idntimes.com
Foto : nextshark.com

#darah #sifat #karakter

Minggu, 21 Oktober 2018

Keberadaan Santri Mempunyai Peran Besar Mencegah Paham Radikalisme

Keberadaan Santri Mempunyai Peran Besar Mencegah Paham Radikalisme


SIGAPNGAWI || Santri sebagai salah satu generasi muda penerus bangsa mempunyai andil besar dalam memerangi paham radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini semakin marak keberadaannya. Santri sebagai manifestasi kekuatan bangsa dengan gagahnya membawa prinsip ‘Islam Rohmatan Lil ‘alamin’ dimana santri dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang baik bagi perkembangan sebagai generasi muda penerus bangsa.


Pernyataan tegas itu disampaikan Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan dalam momen perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Ia mengatakan kehadiran santri yang santun dibutuhkan di tengah ancaman radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa saat ini. Hadirnya Islam harusnya menjadi pelepas dahaga di tengah masyarakat.


“Gerakan radikalisme ini sangat rapi, rapi sekali. Mereka tidak hanya menyusup di lembaga formal pendidikan, lembaga non-formal pun menjadi sasaran empuk mereka.  Maka kehadiran santri sebagai salah satu penangkalnya,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (22/10).

Sementara itu pada perayaan HSN 2018 di Ngawi aparat kepolisian yang telah disiapkan sekitar 200 personel. Ratusan anggota kepolisian tersebut akan ditempatkan dalam pengamanan konser dengan menghadirkan Wali Band di alun-alun Ngawi nanti malam pada puncak HSN di wilayah Ngawi. (pr)



Kapolres Ngawi Sebut Keberadaan Santri Sebagai Aset Bangsa

Kapolres Ngawi Sebut Keberadaan Santri Sebagai Aset Bangsa

SIGAPNGAWI || Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengajak pegiat pesantren dan santri untuk bekerja bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa. Pesantren dan santri harus mampu menjadi lokomotif kemajuan negara, sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa. Hal ini disampaikan orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi saat memimpin apel pagi dalam menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2018 dihalaman Mapolres Ngawi, Senin, (22/10/2018). 

AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengatakan, hubungan aparat kepolisian dengan santri maupun ulama sangat sentralistik untuk menciptakan situasi yang kondusif. Apalagi menjelang tahun politik 2019 mendatang kehadiran santri sebagai salah satu titik tumpu pada keberhasilan pesta demokrasi yang bermartabat.

“Seperti diketahui kebradaan santri ini sebagai asset bangsa sekaligus penentu masa depan bangsa sehingga keberadaanya terus kita jaga. Dan hubungan dengan aparat kepolisian terus kita tingkatkan untuk bersama-sama menjaga kedaulatan negeri ini,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Lanjutnya, antara santri, ulama dan pesantren tidak bisa dipisahkan sebagai pihak yang telah turut berjuang ikut memerdekakan bangsa, tentunya tidak rela jika NKRI diganggu melalui cara apa pun. Ia mengajak pesantren dan para santri di dalamnya terlibat aktif menjadi penggerak perdamaian di Indonesia dan turut mencegah tumbuhnya radikalisme di tengah masyarakat. 
Dalam peringatan HSN 2018 kali ini tegas Kapolres Ngawi siap mengamankan berbagai agenda perayaan hari santri yang sudah berjalan selama ini baik di daerah maupun skala nasional. Dikabarkan, pada puncak acara perayaan HSN 2018 secara nasional akan dilakukan di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada 28 Oktober 2018 mendatang yang akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo. (pr)
 
 
 

Selasa, 16 Oktober 2018

Awas ! Fenomena LGBT Disekitar Kita, DP3AKB Waspada

Awas ! Fenomena LGBT Disekitar Kita, DP3AKB Waspada

 

SIGAPNGAWI || Saat ini masalah Lesbian, homoseksual, biseksual, transgender (LGBT) menjadi fenomena sangat mencemaskan. Diam-diam penyakit ini telah terindikasi masuk ke berbagai wilayah tidak terkecuali ke daerah seperti Ngawi ini. Komunitas LGBT sudah menyebar hingga ke pelosok-pelosok dan mereka sudah berani terang-terangan menunjukkan identitas mereka meskipun dalam tanda kutip masih sebatas di media sosial (medsos).
Indah Kusumawardhani Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Ngawi menuturkan, bahwa kaum LGBT ini datang secara berkoloni dan disinyalir melibatkan para remaja dan dewasa. Dengan dalih HAM, mereka leluasa berbuat semaunya.
“Kehadiran LGBT sangat mengkhawatirkan kita bersama. Apalagi dijejaring sosial akhir-akhir ini secara vulgar memposting foto-foto kegiatan mereka,” terang Danik sapaan akrab Kepala DP3AKB Ngawi, Rabu, (17/10).
Tidak dipungkiri lagi setahun terakhir terpantau kampanye LGBT dilakukan secara massif. Ditengah maraknya kampanye tersebut ujar Danik, sangat penting bagi khalayak masyarakat untuk lebih menyadari bagaimana pola asuh anak yang benar untuk mencegah terjadinya wabah LGBT dikalangan remaja.
Berikut Danik memberikan beberapa tips untuk mencegah masuknya wabah LGBT pada anak usia remaja :

1. Menjaga pergaulan anak 

Jika anak Anda wanita maka tak baik membiasakannya berteman dengan kaum laki-laki secara dominan. Hal ini akan memberikan pengaruh psikologis pada anak untuk berkarakter dan berpenampilan seperti laki-laki. Jika misalnya dalam satu keluarga anak perempuan Anda hanya satu orang dan dominannya adalah laki-laki, maka para ibu harus mengambil peran yang lebih besar terhadap pengasuhan sang anak perempuan. 

Terlebih dalam satu keluarga dan bertemu setiap hari. Kelalaian ibu membiarkan anak perempuannya bermain dengan saudara laki-laki yang banyak dan dominan akan memberikan efek psikologis yang kurang baik. Demikian juga sebaliknya jika di dalam keluarga tersebut yang dominan adalah wanita dan anak pria hanya satu orang saja, maka ayah lah yang harus selalu dekat dengan anak lelakinya. 

2. Menghindari hal yang tidak pantas pada anak 

Tidak bisa disangkal, penularan LGBT selalu identik dengan hal-hal yang sifatnya hal yang tidak pantas. Oleh karena itulah Anda harus lebih dulu menjaga anak Anda dari hal ini. Hal yang tidak pantas pada anak bisa berkembang melalui pergaulan sesama anak yang kurang baik, melalui teknologi seperti televisi, gadget, games dan sebagainya. Sebagai orang tua Anda harus mampu mengontrol penggunaan teknologi pada anak sehingga tidak salah gunakan. 

3. Memberikan pemahaman keagamaan 

Didiklah anak-anak Anda dengan nilai-nilai norma agama yang kuat. Inilah yang akan membantu anak-anak Anda bisa lebih kuat dari masalah hal yang tidak pantas, LGBT dan keburukan-keburukan akhlak lainnya. Sedini mungkin harus ditanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak. Bahkan sejak dari alam kandungan, anak-anak harus diajak mengenal Allah sehingga ketika lahir tak sulit baginya untuk mengulang pelajaran apa yang telah disampaikan ibunya selama dalam alam kandungan. 

4. Pendidikan hubungan laki-laki dan perempuan pada anak 

Jangan canggung menjelaskan masalah hubungan laki-laki dan perempuan pada anak. Katakan kepada anak-anak tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang normal dan tidak normal. Ingatkan anak-anak agar tidak terjebak pada hal yang tidak pantas selama dalam pergaulan. Jelaskan fungsi-fungsi organ tubuh dan akibatnya bila digunakan. Pahamkan anak-anak Anda dengan hal-hal yang begini sehingga ketika mereka melihat sesuatu yang tidak normal, mereka akan tahu bahwasannya hal itu tidak baik dan menyalahi norma maupun agama.

 5. Mengajak anak ke kajian atau seminar LGBT 

Anak-anak usia remaja seperti tingkat SMP dan SMA sudah bisa dipahamkan melalui kegiatan formal seperti seminar dan sejenisnya. Oleh karena itu ajak dan damping putra putri Anda untuk mengikuti berbagai kajiannya. Agar mereka tahu bagaimana bahaya dan akibatnya dari LGBT tersebut. Saat ini ada banyak kajian dan seminar yang menjelaskan tentang bahaya LGBT tersebut. Dengan ikutnya Anda mendampingi putera puteri Anda akan membuat mereka lebih semangat dan memahami apa yang mereka saksikan dan dengarkan dalam kajian. Dengan demikian mereka akan lebih mudah paham dan mengetahui bahayanya. (pr)



Kamis, 04 Oktober 2018

Jelang HUT TNI, Kapolres Ngawi Beri Kejutan Kodim

Jelang HUT TNI, Kapolres Ngawi Beri Kejutan Kodim

SIGAPNGAWI || Rupanya, Polres Ngawi berupaya terus menjalin kekompakan dengan TNI dalam menjalankan amanah menjaga kedaulatan di negeri ini. Tak pelak, pihak aparat kepolisian pun memutar otak untuk memberikan kejutan ke saudara tuanya TNI tersebut.


Secara mendadak Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu bersama Wakapolres Kompol Hartono beserta beberapa stafnya sekitar pukul 19.00 WIB Pada Kamis, (04/10), menyambangi markas Kodim 0805 Ngawi. Sesuai pantauan rupanya petinggi di Polres Ngawi itu memberikan satu kejutan berupa kue ulang tahun kepada TNI yang diterima langsung Dandim 0805 Ngawi Letkol ARH. Hany Mahmudhi.


Melalui ujung gagang selular Kapolres Ngawi mengatakan, pihaknya menyampaikan HUT TNI ke-73 yang jatuh Jum’at besok 05 Oktober 2018. Pada dasarnya ucap AKBP MB. Pranatal, pernyataan langsung yang ia sampaikan tidak lepas untuk lebih mempererat hubungan TNI-Polri untuk semakin solid.


“Selamat ya untuk ulang tahun TNI kita sangat mengharapkan sinergitas dan keharmonisan ini bisa terus terjaga. Ini wujud kita atas kekompakan dalam menjaga pengamanan Negara termasuk untuk warga masyarakat di Ngawi,” ungkap AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Kamis, (04/10).


Ia mengharapkan ke depan TNI dan Polri di Kabupaten Ngawi tetap kompak, tidak ada ego sektoral melainkan saling menghargai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Apalagi tinggal selangkah lagi ada perhelatan akbar yakni pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres 2019. (pr)



Senin, 24 September 2018

Ganti Langse Satu Potret Kerukunan Pendekar Silat

Ganti Langse Satu Potret Kerukunan Pendekar Silat


SIGAPNGAWI || Ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati setidaknya ada satu catatan positif yang patut diambil hikmahnya. Bentuk prosesi budaya religi tersebut selama dua tahun terakhir dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini, kemasanya pun lebih spetakuler didukung dengan pawai tiga gunungan mengandung filosofi sebagai sedekah bumi berisi sayur mayur dan hasil pertanian.
Kirab Ganti Langse yang digelar pada Senin, (24/09), melibatkan ratusan pendekar silat dari dua perguruan antara lain PSHT dan IKS PI. Dari awal start mereka terlihat guyub rukun bersama mengarak tiga gunungan sejauh tiga kilometer hingga dilokasi Pelenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo masuk Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi.
“Alhamdulilah Ganti Langse ini sekaligus sebagai ajang untuk bersilaturahmi dengan saudara kita dari beberapa perguruan silat tadi. Mereka terlihat adem dan guyub rukun seperti inilah yang kita harapkan,” terang Dwi Rianto Jatmiko sesepuh PSHT sekaligus Ketua DPRD Ngawi, Senin, (24/09).
Hal yang sama juga diungkapkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono menurutnya, Ganti Langse yang sudah mentradisi bisa menjadi wadah untuk menjaga kerukunan antar perguruan silat di Ngawi. Budaya seperti itulah harus dipertahankan terus dan bisa menjadi contoh positif untuk daerah lain yang kerap bersinggungan.
“Iya kerukunan seperti ini yang kita harapkan. Kalau didaerah lain ada gesekan antar perguruan silat kalau di Ngawi kita buat yang adem dan rukun,” jelasnya. (pr)



Minggu, 23 September 2018

Apa Itu Ganti Langse Di Alas Ketonggo Srigati ?

Apa Itu Ganti Langse Di Alas Ketonggo Srigati ?



SIGAPNGAWI || Ganti Langse atau adat budaya berupa ganti selambu mori putih yang difungsikan sebagai penutup Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sebagai tradisi tahunan setiap bulan Muharam/Suro. Satu ritual tradisi yang sarat magis tersebut digelar secara khidmat penuh penghayatan diawali dengan penyerahan kain selambu mori warna putih bersih sepanjang 15 meter.


Selambu mori itu diserahkan oleh Suyitno selaku juru kunci Alas Ketonggo kepada Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan diserahkan kembali ke Kepala Desa (Kades) Babadan Joko Setiyono didampingi para pejabat setempat, Senin, (24/09). Prosesi penyerahan selambu mori sendiri diiringi sebuah Tari Srigati yang dilakukan 8 penari yang masih gadis/perawan agar tercipta tari yang indah, luwes dan anggun pada saat prosesi tradisi dilakukan.


Menyusul acara yang paling ditunggu-tunggu yakni Ganti Langse dilakukan oleh para tokoh masyarakat dalam hal ini para perangkat Desa Babadan kurang lebih selama 15 menit. Kemudian Langse/mori yang sudah diganti diserahkan kembali kepada Suyitno selaku juru kunci Palenggahan Agung Srigati untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan.
Ritual selanjutnya berupa bancaan atau biasa dikenal dengan kalimat slametan yang merupakan persembahan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dipimpin pemangku adat setempat. Dalam slametan ini dihidangkan berbagai makanan dan jajanan pasar. Untuk makananya dimulai tumpeng, urap-urap, bubur sengkolo, bubur merah putih, serta aneka ragam polo pendem. 


Sedangkan jajanan pasar ada tujuh jenis yang mewakili filosofi sebuah harapan pitulungan atau pertolongan yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Urap-urap memiliki simbol membahur atau bersatu padu serta menjadi manusia yang bermanfaat antara satu dengan yang lain.


Uniknya lagi bicara soal Langse/mori putih yang diambil dari Palenggahan Agung Srigati yang sudah tidak terpakai itupun boleh dikatakan menjadi barang kramat atau mempunyai tuah tersendiri. Terbukti, kurang dari 30 menit Langse/mori sepanjang 15 meter itu sudah habis dibagikan kepada warga dari berbagai daerah dengan cara dipotong-potong oleh para pemangku Palenggahan Agung Srigati. 


Usutpun jadi, menurut seorang pengunjung asal Solo Jawa Tengah mengaku kain Langse/mori yang baru dia dapat sangat dipercaya mampu menangkal segala macam bahaya dan dapat dipercaya memperlancar segala urusan baik ekonomi maupun lainya. 


Kemudian terkait tradisi Ganti Langsesendiri menurut Suyitno secara gamblang menerangkan asal-usul Palenggahan Agung Srigati maupun tradisi Ganti Langse itu sendiri. Suyitno secara tuntas menerangkan asal mula dari keberadaan Palenggahan Agung Srigati. Menurutnya sejarah mencatat keberadaan Srigati di Alas Ketonggo erat kaitanya dengan masa runtuhnya Kerajaan Majapahit kala itu dibawah Prabu Brawijaya V. 


Suyitno mengutip pernyataan Gusti Pangeran Dorodjatun dari Kasunanan Surakarta tahun 1974 ketika itu mendatangi Alas Ketonggo sesuai mata bathinya atau hasil penerawanganya mengatakan didekat lokasi Tempuran Pesing ada Punden Krepyak Syeh Dombo. Di punden itu mendasar keterangan Pangeran Dorodjatun saat itu dapat dikaitkan dengan riwayat perjalanan atau lengsernya Prabu Brawijaya sebelum muksa di puncak Gunung Lawu. 

Di Punden Krepyak Syeh Dombo yang sekarang dikenal Punden Srigati itu ditengarai Prabu Brawijaya melepaskan baju kebesaranya dengan dilanjutkan siram jamas di Kali Tempur yang berada kurang lebih 200 meter dari Punden Srigati. Setelah siram jamas sebagai bentuk penyucian diri lalu Prabu Brawijaya bersemedi/berdoa dan mendapatkan satu petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa untuk pergi ke puncak Gunung Lawu secara Islam dengan gelar Sunan Lawu. 


Histori itu kata Suyitno masih mengutip pernyataan dari Pangeran Dorodjatun, bahwa Alas Ketonggo pada dasarnya mempunyai riwayat keterpaduan dengan Kerajaan Majapahit. Hal itu sesuai survey Pangeran Dorodjatun yang diawali dari wilayah Trowulan Mojokerto sampai Alas Ketonggo berlanjut ke puncak Gunung Lawu. 


Sedangkan Tradisi Ganti Langse dimulai dan dilaksanakan sejak tahun 1988 oleh Mbah Somodarmojo Kepala Desa Babadan saat itu. Intinya GantiLangse merupakan bentuk perwujudan atas sebuah harapan kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai harapan baru akan perjalanan hidup menuju ketentraman dan kesejahteraan. 


Untuk pelaksanaan tradisi Ganti Langsememang dilaksanakan setiap bulan Muharam/Suro tepat pada bulan purnama dalam hal ini jelas tanggal 15 hitungan bulan Hijriyah tanpa melihat hari maupun weton pasaran dalam hitungan penanggalan Jawa. (pr)




Ritual Ganti Langse Tradisi Paten Untuk Srigati

Ritual Ganti Langse Tradisi Paten Untuk Srigati


SIGAPNGAWI || Ritual budaya Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama dua tahun terakhir berubah warna dan sentuhan berbeda tanpa meninggalkan budaya aslinya. Ganti Langse sebelum Pemkab Ngawi melalui Disparpora mengakusisi tradisi tahunan dari pemerintah desa setempat memang kemasanya biasa.

Kini, tradisi Ganti Langse disajikan cukup fenomenal dan spetakuler sejak tahun 2017 lalu dengan suguhan budaya yang merakyat mulai kirab gunungan atau sedekah bumi disusul ruwatan massal berlanjut pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tetapi pada poin utamanya budaya tersebut tidak lain adalah Ganti Langse yang berupa digantikanya kain mori penutup Palenggahan Agung Srigati.

“Sejak dua tahun lalu Ganti Langse ini tidak sekedar proses pergantian kain mori dari yang lama dengan yang baru. Tetapi kita kemas yang lebih menarik lagi,” terang Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Ngawi, Senin, (24/09).

Tujuanya tidak lain untuk menarik pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing. Sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi.

Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang kerap disapa Kanang mengharapkan tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi mercu suarnya budaya Ngawi. Sama halnya dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain seperti tradisi Maulud di Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo.

Untuk kedua kalinya ini tandas Kanang, digelar ruwatan masal gratis yang diikuti puluhan orang dan sedekah bumi berupa gunungan yang diarak oleh ratusan warga masyarakat dari pinggiran desa setempat. Dan tradisi Ganti Langse akan dijadikan agenda tahunan sekaligus salah satu budaya yang paten dari Ngawi.

“Kita berharap Ganti Langse ini menjadi salah satu budaya yang bisa dipatenkan. Dan akan menjadi tradisi tahunan sebagai bukti bahwa Ngawi ini kaya akan budaya,” pungkasnya. (pr)

Kamis, 20 September 2018

Jelang Pengesahan Warga PSHT Ini Himbauanya Dari Ketua Cabang Ngawi

Jelang Pengesahan Warga PSHT Ini Himbauanya Dari Ketua Cabang Ngawi



NGAWI - Sugeng Hariyono Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ngawi menjelang tahun pengesahan 2018 ini menghimbau untuk mentaati semua peraturan lalu-lintas bagi para calon warganya. Menyusul, mulai 20 September - 07 Oktober 2018 mendatang para calon warga PSHT akan mengikuti proses pengesahan di Cabang PSHT Ngawi.


"Kami harapkan semua calon warga maupun warga PSHT ketika berangkat maupun pulang dari kegiatan pengesahan yang dimulai nanti malam untuk mentaati semua peraturan lalu-lintas. Jangan sampai membuat kegaduhan yang sekiranya mengganggu kenyamanan masyarakat," ujar Sugeng Hariyono, Kamis, (20/09).


Tegasnya, apapun alasanya sebagai warga PSHT harus santun dan menjadi contoh perilakunya ditengah masyarakat. Jangan sampai menggunakan kendaraan sepeda motor dengan berboncengan lebih dari dua orang , knalpot di brong demikian juga tanpa helm. Sebaliknya, setiap warga maupun calon PSHT harus menjadi tauladan dan memberikan situasi yang nyaman ketika pelaksanaan pengesahan berlangsung.


Dibenarkan Sugeng, untuk jumlah total calon warga PSHT Cabang Ngawi sebanyak 3.662 orang dari 19 ranting. Proses pengesahaanya sendiri terbagi atas 10 gelombang. Untuk gelombang pertama 20 September 2018 bakal diikuti 385 calon warga dari 2 ranting yakni Kasreman dan Kwadungan. (pr)




Menelusuri Jejak Hitam Kuburan Massal PKI '65 Di Kedungwaru

Menelusuri Jejak Hitam Kuburan Massal PKI '65 Di Kedungwaru



NGAWI. Waktu masih menunjukan pukul 16.45 WIB pada Kamis sore, (20/09), situasinya memang kurang begitu cerah langit terlihat mendung. Bersama dua rekan Mas Tanto dan Mas Yono saya bertamu ke rumah Mbah Iswanudin yang usianya sekitar 70 tahun di Dusun Kedungwaru, Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. 


Agak sedikit canggung untuk mengorek keterangan dari Mbah Iswan sapaan akrab Iswanudin. Beberapa kali ditanya tentang sejarah kelam PKI tahun 1965 ia terlihat gugup dan terkesan ketakutan. Entah apa yang dirasakan atau dilihat pada masa itu oleh Mbah Iswan. Setelah diyakinkan kalau toh sebatas mencari jejak kuburan massal PKI tanpa maksud lain ia pun mulai membuka diri.


Sambil menghela nafas duduk di kursi tamu, Mbah Iswan bercerita sesuai yang dilihat saat itu yakni pembantaian massal terhadap orang-orang yang dianggap terlibat gerakan PKI. Menurutnya, secara keseluruhan orang yang dibantai dilokasi sawah dekat rumahnya ada 120 orang. Hanya saja yang ia lihat dengan mata telanjang ditahun 1965 ada 40 orang.


Tuturnya, puluhan orang tersebut dibunuh dengan cara dibacok memakai klewang (pedang-red) dengan mata terbuka tanpa ditutup. Dalam kondisi seperti itu para korban langsung dimasukan kedalam lubang bekas galian emas seluas 2 meter dengan kedalaman 2 meter. Menurut Mbah Iswan, para algojo atau orang yang membantai berasal dari pemuda Ansor.


"Waktu itu saya masih muda yang dibacok itu ya ada pria juga ada perempuan (Gerwani-red) dan persis yang saya lihat ada 40 an orang. Tapi saat itu totalnya ada 120 orang mereka dikubur kedalam dua lubang," terang Mbah Iswan.


Bebernya, dari sebagian orang-orang PKI yang dibantai ada yang ditembak oleh tentara saat itu. Sebelum di eksekusi mereka dikumpulkan dekat lubang yang dipersiapkan dengan pengawalan ketat. Kata Mbah Iswan, saat kejadian dirinya ditugaskan untuk mengawal para calon korban menuju tempat eksekusi dengan bersenjatakan sebilah pedang. Hanya saja identitas orang-orang PKI yang dibantai sama sekali tidak dikenalnya baik nama maupun alamat.


Setelah membeberkan cerita kelam tersebut dengan langkah pasti ia mengajak ke suatu tempat dimana sebagai lokasi kuburan massal. Sayangnya, dilokasi yang disebutkan Mbah Iswan tidak ada tanda sama sekali sebagai kuburan massal. Sekarang ini lokasi kuburan itu diatasnya ditanami padi oleh petani setempat. Dengan kondisi seperti itu kurang pas kalau toh tidak ada papan atau penunjuk tentang lokasi kuburan massal. Padahal jika dirunut para korban yang dianggap PKI oleh pemerintah saat itu jelas mempunyai ahli waris dan keturunan.


Ditulis : D. Purwanto.


Kamis, 08 Maret 2018

Kabag Sumda Berikan Khotbah di Masjid Baitul Muqorrobin Pangkur

Kabag Sumda Berikan Khotbah di Masjid Baitul Muqorrobin Pangkur

NGAWI –Kali ini Kasat Binmas AKP Didik Supriyadi mendapingi Kabag Sumda melaksanakan safari Jumat di Masjid Baitul Muqorrobin Desa Pleset Kecamatan Pangkur pada hari Jum'at Tgl 9 Maret 2018.


Dalam Safari Jumat kali ini Kabag Sumda KOMPOL Bahrun Nasikin, S.Ag., M.Ag., menjadi Imam dan Khotib dalam Safari Jumat. Kabag Sumda menyampaikan Khotbah tentang informasi atau berita Hoax dengan adanya penyerangan tokoh-tokoh agama yang ada di berbagai daerah di wilayah NKRI.


Bahrun Nasikin juga menyampaikan himbauan Kambtibmas “Dengan Gemah Ripah Loh Jinawi” (kekayaan alam) Indonesia yang melimpah, pelaksanaan Toto Tentrem Kerto Raharjo (negara dan pemerintahan).


Safari Jumat ini dihadiri oleh Kasat Binmas AKP Didik Supriyanto, S.H., Kapolsek Pangkur beserta anggota Polsek Pangkur, KBO Satbinmas Polres Ngawi IPTU Supardi dan anggota Satbinmas Polres Ngawi serta Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda serta warga Desa Pleset Kecamatan Pangkur.


Sebelum meninggalkan Masjid Safari Jumat Team Safari Jumat Polres Ngawi, Kabag Sumda di dampingi Kasat Binmas dan Kapolsek Pangkur memberikan sarana kontak dan foto bersama terhadap Takmir Masjid Baitul Muqorrobin Desa Pleset Kecamatan Pangkur.(Jf)




Safari Jumat Waka Polsek Geneng di Masjid Al-Ikhsan

Safari Jumat Waka Polsek Geneng di Masjid Al-Ikhsan

NGAWI - Dalam  rangka membangun kemitraan dan kerja sama antara tokoh agama dan tokoh masyarakat anggota Polsek Geneng yang dipimpin Wakapolsek Geneng Iptu Slamet SH melaksanakan Safari Sholat Jum,at di Masjid Al Ikhsan Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jumat 9 Maret 2018.

Adapun Kegiatan tersebut dilakukan oleh Waka polsek Geneng dan anggotanya disamping melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim untuk melaksanakan Sholat Jum’at bersama-sama juga sebagai wadah silaturahmi kepada para ulama untuk ikut membantu Polri dalam menjaga situasi kamtibmas.”Polri tidak bisa bekerja sendirian tanpa peran serta seluruh unsur masyarakat” ungkap IPTU Slamet.


Selain untuk bersilaturahmi Waka polsek juga menyampaikan himbauan terkait situasi Kamtibmas dan kerjasama dangan tokoh agama dan tokoh  masyarakat dengan Kepolisian  supaya tetap terjalin komunikasi yang berkesinambungan.


Selesai melaksanakan Sholat Jum'at Waka polsek Geneng Iptu Slamet menyampaikan himbauan - himbauan Kamtibmas dan mengajak kepada jamaah untuk mewaspadai adanya tindak kriminalitas yang akhir - akhir ini marak dan sangat meresahkan warga masyarakat, diantaranya dengan modus undian berhadiah dengan sarana HP maupun SMS, penipuan dengan modus transfer uang yang diiming imingi suatu barang yang murah.


“Kejahatan sekarang sangat komplek dengan berbagai modus, untuk itu Wakapolsek menghimbau kepada warga masyarakat agar lebih berhati - hati” dan apabila terjadi gangguan Kamtibmas segera laporkan ke Polsek Geneng, "ungkap Wakapolsek Geneng di sela sela tatap muka dengan ulama.


Lebih lanjut Wakapolsek Geneng mengajak kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mewaspadai adanya faham - faham radikalisme yang bertujuan untuk merusak  persatuan dan kesatuan bangsa, serta meminta kepada toga untuk tidak mudah percaya dengan adanya provokasi  yang tidak benar yang sifatnya untuk mengadu domba antar suku, agama, maupun ras yang pada akhirya bisa memecah belah antar umat beragama, di akhir kata Wakapolsek juga  berpesan kepada warga masyarakat untuk mewaspadai adanya tindak kriminalitas pencurian kendaraan bermotor, “imbuh Wakapolsek. (Jf)


Safari Jumat Polsek Kwadungan di Masjid Baitul Iman

Safari Jumat Polsek Kwadungan di Masjid Baitul Iman

NGAWI  - Anggota Polsek Kwadungan melaksanakan giat Safari Sholat Jumat bersama Anggota Koramil Kwadungan dan masyarakat desa purwosari di masjid Baitul Iman Dusun Wage Desa Purwosari Kecamatan Kwadungan dengan khotib Aiptu Haji Arif Waloyo dan imam bapak kyai muhhanam. Jumat (9/3/2018).


Hal ini untuk menunjukkan Polsek Kwadungan Polres Ngawi bersama TNI telah terjalin Silaturahmi yang baik untuk meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bersama-sama.


TNI dan Polri sebagai alat Pertahanan dan Keamanan Negara harus dilandasi keimanan yang kuat serta semangat kebersamaan, kekompakan, setia kawan, senasib dan seperjuangan agar nantinya menjadi Alat Negara yang kuat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kapolsek Kwadungan AKP Drs I WAYAN MURTIKA mengungkapkan bahwa diadakan Safari Sholat jumat bersama bertujuan untuk meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bersama TNI serta menjalin silaturahmi, Soliditas, Kredibilitas dan Integral TNI-POLRI sehingga kedepan akan mampu melaksanakan tugas demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.


Dengan kegiatan safari sholat jumat bersama-sama ini agar terjalin kekompakan, sinergitas, serta  integral TNI-POLRI ini, maka berbagai persoalan terhadap bangsa ini dapat diatasi oleh TNI-POLRI dengan baik. (Dik)


Gowes Kapolres Beserta Forpimda ke Kebun Teh Jamus

Gowes Kapolres Beserta Forpimda ke Kebun Teh Jamus

NGAWI -  Anggota Polsek Ngrambe melaksanakan pengamanan olah raga bersepeda gowes bareng bersama Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu, Dandim Ngawi, Danyon Armed, gabungan anggota TNI, Pengadilan Ngawi serta anggota Polres Ngawi dan club Cliying Ngawi, Jum'at (9/3/2018) pagi.


Gowes bareng tersebut dengan start dari Mako Polres Ngawi kemudian menuju Mako Widodaren dengan melewati jalur Tol, sesampai di Mako Polsek Widodaren berhenti sejenak untuk istirahat dan dilanjutkan ke Mako Polsek Ngrambe dan finish di Kebun Teh Jamus untuk Sarapan bersama dan kembali ke Mako Polres Ngawi.


Gowes bareng tersebut bertujuan untuk menjaga sinergitas Polri dan TNI serta Instansi Terkait, sehingga menjadikan tubuh agar selalu tetap sehat, disamping itu juga untuk mempererat kebersamaan antar sesama anggota. (Im)



Angkringan Kamtibmas di Kedunggalar "Ayo Ngopi bersama Kapolres Ngawi"

Angkringan Kamtibmas di Kedunggalar "Ayo Ngopi bersama Kapolres Ngawi"


NGAWI - Dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas dan terjalinnya kerjasama Polri dengan masyarakat serta Polri dapat melaksanakan Pelindung, Pengayom dan Pelayan kepada masyarakat, Polres Ngawi melaksanakan Angkringan Kamtibmas bersama Polsek Kedunggalar di desa Wonorejo, bertempat di rumah Ibu Nanik Sudarsasi. (8/03/2018) pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 22.30 WIB.


"Angkringan Kamtibmas Ayo Ngopi Karo Rembugan Ilmu Nggawe Aman Ngawi", bertempat Ibu Nanik Sudarsasi Kepala Desa Wonorejo Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi ini di hadiri Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman dan Anggota Polsek, serta warga Desa Wonorejo.


Dalam Angkringan Kamtibmas ini Tim Angkringan Kamtibmas dari Polres Ngawi yang di pimpin Kapolres Ngawi MB. Pranatal Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H., dan Waka Polres Ngawi KOMPOL Hartono, S.Pd., M.M., didampingi Kabag Ops KOMPOL Wahono, S.H., M.H., Kabag Ren KOMPOL Mulyono, S.H., M.H., Kabag Sumda KOMPOL Bahrun Nasikin, S.Ag., M.Ag., Kasat Reskrim AKP Maryoko, S.H., M.H., Kasat Lantas AKP Rukimin, S.H., Kasat Narkoba AKP M Mukid, S.H., Kasat Binmas AKP Didik Supriyadi, Kasi Propam IPDA Aris W, S.H., dan di hadiri oleh Forpimka Kecamatan Kedunggalar, Kepala UPT se Kedunggalar, Perwakilan Kades se-Kecamatan Kedunggalar, Toga, Tomas, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa.


Dengan materi Pembinaan dan Penyuluhan Keamanan Ketertiban Masyarakat meliputi kenakalan remaja, undang-undang lalulintas dan bahaya Narkoba, dan Paham Radikalisme serta diakhiri dengan tanya jawab.


Kegiatan Angkringan Kamtibmas ini di hadiri masyarakat sekitar kurang lebih sekitar 150 orang. Sebelum acara Angkringan Kamtibmas selesai Kapolres Ngawi berkenaan memberikan Penyerahan tali asih dari Polres Ngawi oleh Kapolres Ngawi kepada Ta’mir Masjid, Tokoh Pemuda dan Kepala Desa Wonorejo. Selama pelaksanaan Giat Angkringan Kamtibmas berjalan dengan aman dan kondusif. (Jf)


Selasa, 06 Maret 2018

Di Ngawi, Ratusan Polisi Lakukan Long March Berakhir Orasi Dihadapan Siswa

Di Ngawi, Ratusan Polisi Lakukan Long March Berakhir Orasi Dihadapan Siswa


NGAWI. Ratusan polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi melakukan kegiatan yang tidak biasa seperti pada umumnya. Mereka dengan sengaja melakukan long march mengambil start dari Jalan Yos Sudarso Ngawi seolah hendak melakukan unjuk rasa apalagi sambil membawa spanduk, brosur maupun  leaflet dengan sasaran tertentu, Sabtu (03/03).

Ternyata benar saja, aksi yang dipimpin langsung Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin plus para perwira diinternal Satlantas tersebut membawa misi khusus dengan sasaran pelajar jika melihat dari isi spanduk yang tidak lain berisi pesan untuk tertib berlalu lintas. Tidak luput lagi, ratusan peserta aksi yang notabene Korps Bhayangkara pun langsung menyasar ratusan pelajar SMPN 2 Ngawi yang sudah menunggu sejak awal.

“Iya aksi ini kami lakukan menjelang Operasi Keselamatan Semeru 2018 yang digelar selama 21 hari mulai tanggal 5 Maret dan berakhir 26 Maret 2018 mendatang. Tujuanya tidak lain agar anak-anak kita yang masih duduk dibangku sekolah seperti di SMPN 2 Ngawi ini sedari dini sadar akan keselamatan dan tertib berlalu lintas. Apapun alasanya keselamatan itu mutlak,” tegas Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin yang akrab dengan anak-anak sekolah itu, Sabtu (03/03).

Memang selama ini Satlantas Polres Ngawi dibawah komandan AKP Rukimin terus melakukan inovasi dan terobosan membangun perilaku warga masyarakat terutama pelajar untuk lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Mengingat angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Ngawi dalam beberapa dekade terakhir didominasi anak sekolah dengan faktor human error.

“Hari ini dan kedepan tidak ingin lagi dengar apalagi melihat anak-anak kita pelajar ini menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Mereka generasi bangsa, mereka asset negara yang hukumnya wajib kita lindungi, mereka adalah bagian dari kita untuk masa depan dan jadikan mereka pelopor keselamatan berlalu lintas,” ungkapnya.

Seperti yang terlihat aksi para polisi tersebut mendapat sambutan hangat dan positif dari pelajar maupun para guru yang ada di SMPN 2 Ngawi dan warga masyarakat. Pada umumnya mereka mengaku sudah tepat dan pas apa yang dilakukan ratusan personel Satlantas Polres Ngawi. Sehingga dengan kepedulian itu akan ditularkan ke pelajar lainya menuju Ngawi yang lebih baik jauh dari pelanggaran berlalu lintas dan Ngawi sebagai satu daerah pelopor keselamatan berlalu lintas 2018. (pr)



Kamis, 01 Maret 2018

Selesai di Bedah Rumah, Kapolres Ngawi Resmikan Rumah Mbah Sagi

Selesai di Bedah Rumah, Kapolres Ngawi Resmikan Rumah Mbah Sagi


NGAWI – Kepala Kepolisian Resort Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama Polres Ngawi, Ketua Bhayangkari cabang Ngawi Ny. Henny Pranatal Hutajulu, dan rombongan melakukan peresmian Bedah Rumah milik Mbah Sagi, pada Kamis 1 Maret 2018.

Niat Kapolres Ngawi ingin segera membedah rumah Mbah Sagi Warga Dususn Ngasinan Desa Cantel Kecamatan Pitu yang hampir rumbuh karena kondisi rumahnya sudah mulai miring kerangka utamanya akhirnya terlaksana.

Hari ini niat Kapolres Ngawi beserta Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Ngawi Ny. Henny Pranatal Hutajulu Pada pukul 11.15 Wib tiba dirumah Mbah Sagi Dusun Ngasinan Desa Cantel Kecamatan Pitu Kabupaten  Ngawi dalam rangka meresmikan bedah rumah bantuan sedekah Jumat Polres Ngawi.

“Saat kita berkunjung dan membedah rumah Mbah Sai kita melihat rumah Mbah Sagi yang juga kurang layak huni, Akhirnya kita putuskan untuk membenahi dan membedah rumah Mbah Sagi supaya menjadi rumah yang layak huni,” Tutur AKBP Pranatal.

“Alhamdulillah berkat doa dari Mbah Sagi, akhirnya kita bisa selesaiakan membedah rumah yang dulu kurang layak huni akhirnya bisa menjadi rumah yang layak huni,” tutur AKBP Pranatal saat di rumah Mbah Sagi.

Selain meresmikan Bedah Rumah ini Kapolres Ngawi beserta Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Ngawi ini juga memberikan sumbangan yang lainnya berupa Kompor Gas dan kebutuhan bahan pokok. (Jf)