Tampilkan postingan dengan label seputar Ngawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seputar Ngawi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2019

Bus Rombongan Guru PAUD Seruduk Tronton Di Jalur Tol Ngawi 2 Tewas 14 Luka

Bus Rombongan Guru PAUD Seruduk Tronton Di Jalur Tol Ngawi 2 Tewas 14 Luka


SIGAPNGAWI - Ditengah gencarnya gerakan Millenial Road Safety Festival (MRSF) oleh aparat kepolisian ternyata belum sepenuhnya disadari pengguna kendaraan dalam berlalu-lintas.

Terbukti kejadian kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di jalur tol km 587/600 masuk Desa/Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur yang terjadi pada pukul 23.45 WIB, Sabtu, (02/02/2019).

Kecelakaan terbilang tragis tersebut melibatkan dua kendaraan besar bus pariwisata kontra truk tronton. Akibat kecelakaan itu 2 orang penumpang bus pariwisata meninggal dan 14 orang lainya luka-luka.

Dari keterangan yang ada menyebutkan awalnya bus pariwisata nopol AB 7528 JN yang dikemudikan Heri Priyanto (42) melaju dari arah timur ke barat.

Searah didepanya sama-sama melintas truk tronton nopol K 1423 WC yang disopiri Heri Suryanto (44) warga Semanu, Gunung Kidul, Jogjakarta. Diduga sopir bus pariwisata tidak begitu memperhatikan arus lalu-lintas apalagi mengantuk.

Karena jarak sangat dekat dengan truk membuat sopir bus pariwisata asal Sradakan, Bantul, Jogjakarta tidak mampu mengendalikan laju kendaraanya dan langsung menabrak truk tronton dari belakang.

"Informasi yang kita dapat kemungkinan besar sopir bus itu mengantuk karena posisinya searah dibelakang. Semalam itu kita langsung olah TKP," terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto via selular, Minggu, (03/02/2019).

Tandasnya, bus pariwisata berpenumpang 50 orang merupakan rombongan guru PAUD  asal Jogjakarta itu sepulang berwisata dari Malang. Kemudian penumpang yang meninggal tercatat 2 orang yang merupakan kernet bus dan pemandu wisata.

"Untuk yang meninggal memang dua orang penumpang satu kernet bus dan satunya lagi pemandu wisata. Sekarang jenasahnya di RSUD dr Soeroto Ngawi kalau yang luka-luka dirawat di RS At Tin sama RS Widodo," ungkapnya. (pr)


Sabtu, 02 Februari 2019

Pemotor Terlindas Truk Tewas Dilokasi Isi Perut Terburai Keluar

Pemotor Terlindas Truk Tewas Dilokasi Isi Perut Terburai Keluar


SIGAPNGAWI. Nasib mengenaskan dialami Siti Lestari perempuan 54 tahun asal Desa Karang Geneng, Kecamatan Pitu, Ngawi. Korban yang merupakan seorang PNS meninggal dilokasi kejadian setelah terlindas truk box di Jalan Raya Ngawi - Caruban tepatnya masuk Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas, Ngawi, sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu, (02/02/2019).

Akibat kecelakaan itu Siti Lestari mengalami luka cukup parah isi perutnya keluar terlihat beberapa bagian usus dan organ lainya. Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto kepada awak media menjelaskan, saat kejadian korban mengendarai sepeda motor jenis Honda Supra 125 nopol AE 6998 LK melaju dari arah timur ke barat.

Sedangkan dibelakang korban melintas truk box Z 9029 TA yang dikemudikan Enda Suhenda (53) warga Katapang, Bandung, Jawa Barat. Diduga korban Siti Lestari menghindari jalan berlubang akibatnya terperosok jatuh dan tubuhnya langsung terlindas truk box.

"Antara korban dengan truk box memang berjalan searah. Saat itu korban menghindari lubang jalan dan terjatuh hingga kejadian itu menimpanya," terang AKP Yanto Mulyanto via selular, Minggu, (03/02/2019).

Pasca kejadian tubuh korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi. Sementara petugas kepolisian lainya melakukan olah TKP dan mengurai kemacetan pasca kejadian. Hingga saat ini sopir truk box masih diperiksa terkait kejadian yang merenggut satu nyawa tersebut. (pr)



Bus Rombongan Guru PAUD Seruduk Tronton Di Jalur Tol Ngawi 2 Tewas 14 Luka

Bus Rombongan Guru PAUD Seruduk Tronton Di Jalur Tol Ngawi 2 Tewas 14 Luka



SIGAPNGAWI - Ditengah gencarnya gerakan Millenial Road Safety Festival (MRSF) oleh aparat kepolisian ternyata belum sepenuhnya disadari pengguna kendaraan dalam berlalu-lintas.

Terbukti kejadian kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di jalur tol km 587/600 masuk Desa/Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur yang terjadi pada pukul 23.45 WIB, Sabtu, (02/02/2019).

Kecelakaan terbilang tragis tersebut melibatkan dua kendaraan besar bus pariwisata kontra truk tronton. Akibat kecelakaan itu 2 orang penumpang bus pariwisata meninggal dan 14 orang lainya luka-luka.

Dari keterangan yang ada menyebutkan awalnya bus pariwisata nopol AB 7528 JN yang dikemudikan Heri Priyanto (42) melaju dari arah timur ke barat.

Searah didepanya sama-sama melintas truk tronton nopol K 1423 WC yang disopiri Heri Suryanto (44) warga Semanu, Gunung Kidul, Jogjakarta. Diduga sopir bus pariwisata tidak begitu memperhatikan arus lalu-lintas apalagi mengantuk.

Karena jarak sangat dekat dengan truk membuat sopir bus pariwisata asal Sradakan, Bantul, Jogjakarta tidak mampu mengendalikan laju kendaraanya dan langsung menabrak truk tronton dari belakang.

"Informasi yang kita dapat kemungkinan besar sopir bus itu mengantuk karena posisinya searah dibelakang. Semalam itu kita langsung olah TKP," terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto via selular, Minggu, (03/02/2019).

Tandasnya, bus pariwisata berpenumpang 50 orang merupakan rombongan guru PAUD  asal Jogjakarta itu sepulang berwisata dari Malang. Kemudian penumpang yang meninggal tercatat 2 orang yang merupakan kernet bus dan pemandu wisata.

"Untuk yang meninggal memang dua orang penumpang satu kernet bus dan satunya lagi pemandu wisata. Sekarang jenasahnya di RSUD dr Soeroto Ngawi kalau yang luka-luka dirawat di RS At Tin sama RS Widodo," ungkapnya. (pr)


Senin, 28 Januari 2019

Polisi Buru Pembalap Liar 27 Motor Diamankan

Polisi Buru Pembalap Liar 27 Motor Diamankan


SIGAPNGAWI - Ditengah gerakan sadar berlalu-lintas bertajuk Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang digencarkan Polri langsung ditindaklanjuti Satlantas Polres Ngawi. Tidak sekedar turun gunung mensosialisasikan program yang dipelopori Korlantas Polri tetapi kini tindakan represif terhadap para pembalap liar yang meresahkan masyarakat.

Operasi yang digelar Sabtu 26 Januari 2019 akhir pekan kemarin, polisi berhasil mengamankan 27 unit sepeda motor berbagai merek. Saat itu puluhan petugas Satlantas Polres Ngawi melakukan operasi ditiga lokasi berbeda yakni simpang 4 Kartonyono, simpang 3 PDAM dan simpang 4 terminal lama.

"Operasi memburu pembalap liar itu kita lakukan atau tindakanya melalui patroli hunting system dan penindakan melalui e-tilang. Hasilnya cukup bagus," terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto, Senin, (28/01/2019).

Tandasnya, selain mengamankan puluhan sepeda motor juga berhasil menyita 11 lembar STNK dari kegiatan operasi yang mengerahkan 33 personel tersebut. Pungkasnya, operasi balap liar sebagai satu upaya pengaduan masyarakat yang merasa resah dan mengganggu kamseltibcar lantas.

"Tujuan akhir tidak lain menekan angka kecelakaan. Jangan ada lagi laka yang berujung korban baik luka ringan, berat bahkan kematian, jangan ada lagi peristiwa sia-sia seperti itu," ulas AKP Yanto Mulyanto. (pr)



Disergap Polisi 'No Kentil' Rontok Nyalinya

Disergap Polisi 'No Kentil' Rontok Nyalinya


SIGAPNGAWI - Tidak sepadan perbuatanya yang identik dengan gaya preman main gertak main palak. Saat disergap polisi nyali pun hilang tak bertuan seperti sayur direbus. Perumpamaan tersebut sangat patut disematkan pada diri SK yang kerap disapa No Kentil pria 39 tahun asal Dusun Kedungmiri, Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi.

No Kentil menyerah pasrah dan tidak berkutik setelah polisi menangkap dirinya didepan Pasar Kedungmiri sekitar pukul 20.45 WIB, pada Senin, (28/01/2019). Pria berambut ikal tubuh sedang dengan muka pucat itu langsung digelandang polisi ke Mapolsek Mantingan.

"Saudara KN ini kami tangkap setelah diduga terlibat kasus pengeroyokan. Saat ditangkap yang bersangkutan tidak melawan," terang Kapolsek Mantingan AKP Suparno, Selasa, (29/01/2019).

Kata Suparno, KN terjerat kasus penganiayaan setelah diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap Wijanarko seorang agen Coca Cola asal Desa Gapuk, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Kejadian yang dialami Wijanarko selaku korban terjadi pada Rabu 09 Mei 2018 sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu korban mendatangi salah satu warung dekat rumahnya No Kentil untuk mengecek minuman Coca Cola. Mendadak kawan terduga pelaku meminta sejumlah uang kepada korban. Namun oleh korban permintaan tersebut tidak digubris. Merasa kesal entah yang lainya korban dikeroyok mengakibatkan luka. (pr)



Korupsi Tanah Bengkok Kades Dawung Jogorogo Ditahan Polisi

Korupsi Tanah Bengkok Kades Dawung Jogorogo Ditahan Polisi


SIGAPNGAWI || Satreskrim - Diduga melakukan tindak dan praktek korupsi AWS pria 38 tahun selaku Kepala Desa (Kades) Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi ditahan aparat penegak hukum Polres Ngawi. Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan menegaskan, kasus penyalahgunaan pengelolaan keuangan desa yang bersumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang menyeret Kades Dawung tersebut terjadi ditahun anggaran (2013/2014).

Saat itu jelasnya, AWS (Kades Dawung-red) memerintahkan kepada KN seorang perangkat desanya (uceng) untuk menyewakan tanah kas Desa Dawung berupa tanah bengkok eks sekretaris desa (carik) selama 6 tahun terhitung mulai 2014 sampai 2020. Akhirnya tanah kas desa yang dimaksudkan itu berhasil disewa Donald Samidin sebesar Rp 153.435.000. Hasil sewa tanah bengkok tersebut senilai Rp 123.435.000 diserahkan kepada AWS dan sisanya sebesar Rp 30.000.000 dipegang oleh KN.

“Dana hasil sewa tanah kas desa itu tidak dimasukan ke keuangan desa sebagai PADes namun dipergunakan untuk kepentingan pribadi oleh diri AWS maupun KN. Dengan bukti yang kuat mendasar keterangan yang ada akhirnya kita lakukan penahanan,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (28/01/2019).

Polisi pun dari kasus itu berhasil mengamankan sejumlah barang bukti antara lain satu lembar foto copy surat perjanjian sewa tanah kas desa, satu lembar kwitansi penyerahan uang, satu lembar foto copy rekening koran kas Desa Dawung dan beberapa barang bukti lainya. Atas perkara atau kasus tindak korupsi yang diduga dilakukan oleh AWS maupun KN dijerat dengan UURI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 KUHP.

Pungkasnya, untuk berkas perkara (BAP-red) tersangka AWS sudah dinyatakan P-21 alias lengkap. Sedangkan KN masih dalam proses penyidikan dan berkasnya akan dipisah (splitsing-red). Untuk itu AKBP MB. Pranatal Hutajulu memerintahkan jajaranya untuk melakukan pemeriksaan marathon terhadap KN agar berkas kasusnya segera dilimpahkan ke Kejari Ngawi. (pr)





Kamis, 24 Januari 2019

Di Hotel Ternyata Bunga 'Dirudal' Empat Kali Dan Dijanjikan Motor Baru

Di Hotel Ternyata Bunga 'Dirudal' Empat Kali Dan Dijanjikan Motor Baru


SIGAPNGAWI - Lanjutan kasus dugaan perbuatan asusila yang dialami Bunga gadis berumur 15 tahun beralamatkan disalah satu desa masuk Kecamatan Padas, Ngawi membuat geleng-geleng kepala.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Indra Najib melalui via selular menjelaskan, hasil dari pemeriksaan intensif Unit PPA Polres Ngawi terhadap Bunga maupun WH terduga pelaku diakui jika telah berhubungan badan layaknya suami istri sebanyak empat kali.

"Iya berhubungan badan empat kali saat dibawa disalah satu hotel itu. Sekarang si WH sudah kami tahan," terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Indra Najib, Kamis, (24/01/2019).

Tidak sebatas itu beber Indra, untuk mengelabui korban yang tercatat masih pelajar itu dengan dijanjikan akan dibelikan sepeda motor baru. Bahkan WH mengaku masih bujangan untuk meyakinkan korban yang masih dibawah umur itu.

"Awal perkenalan antara korban dengan terduga pelaku ini dilakukan melalui media sosial. Keduanya saling chat," ulasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus dugaan asusila tersebut diungkap Polsek Padas pada Minggu pekan lalu, (20/01/2019), sekira pukul 14.30 WIB setelah mendapat laporan orang tua Bunga. awalnya SUN (57) si orang tua Bunga pura-pura sakit dan dirawat di Puskesmas Padas setelah mencurigai gelagat kurang baik yang dialami putrinya tersebut.

Dimana sehari sebelumnya Sabtu, (19/01/2019), sekitar pukul 03.30 WIB SUN mendengar anaknya lagi mandi. Selang beberapa saat kemudian tahu-tahu mendengar suara sepeda motor yang baru dinyalakan didepan rumah. Lantas sebagai orang tua SUN pun curigai langsung mengecek keberadaan Bunga ternyata sudah tidak berada ditempat.

"Karena lokasi kejadianya berada disalah satu hotel masuk Kota Ngawi oleh Polsek Pafas dilimpahkan ke Unit PPA Polres Ngawi," jelas AKP Indra Najib. (pr)




Selasa, 22 Januari 2019

Terkena Longsor Di Sungai Kedungputri Dua Penambang Pasir Tewas

Terkena Longsor Di Sungai Kedungputri Dua Penambang Pasir Tewas


SIGAPNGAWI. Dua orang penambang pasir masing-masing atas nama Suyoko (45) dan Wagiman (52) warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi ditemukan tewas terkena longsoran material dipinggiran sungai wilayah setempat. Kejadian tragis menimpa korban yang masih bertetangga tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB pada Selasa, (22/01/2019).

Menurut Jumiran yang turut mengevakuasi korban mengatakan, peristiwa yang menewaskan kedua tetangganya itu setelah terkena longsoran material batu saat mengeruk pasir dipinggiran sungai masuk kawasan Perhutani di Dusun Kesongo, Desa Kedungputri. Saat itu korban tengah melakukan aktivitasnya menambang pasir bersama beberapa orang. 

Namun nahas, Suyoko dan Wagiman mendadak tertimpa material longsoran batu bercampur pasir dari tebing sungai setinggi kurang lebih 3 meter. Melihat kejadian itu warga sekitar berusaha mengevakuasi kedua korban dengan alat manual. Setelah satu jam akhirnya kedua tubuh korban berhasil ditemukan dengan kondisi tewas.

"Saat ditemukan kedua korban sudah meninggal. Proses untuk mencari kedua tubuh korban butuh waktu sekitar satu jam," terang Jumiran.

Kapolsek Paron AKP Widodo saat dilokasi kejadian menegaskan, dari hasil pemeriksaan medis dokter Puskesmas Kerten tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada kedua  tubuh korban. Dengan hasil tersebut baik Suyoko maupun Wagiman diketahui menghembuskan nafas terakhirnya akibat kecelakaan kerja menambang pasir setelah tertimpa longsoran.

"Kita sudah melakukan olah TKP maupun pemeriksaan medis kedua jenasah. Hasilnya murni meninggal akibat terkena longsoran material saat menambang pasir. Dan jenasahnya langsung kita serahkan kepada keluarganya masing-masing," jelas AKP Widodo. (pr)


Senin, 21 Januari 2019

Mencari Benang Kusut Balik Penjemuran Dua PNS Terkait Dugaan Pungli Warung Esek-Esek

Mencari Benang Kusut Balik Penjemuran Dua PNS Terkait Dugaan Pungli Warung Esek-Esek


SIGAPNGAWI - Ketegasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Ngawi patut diacungi dua jempol menyangkut dugaan pungli yang dilakukan dua orang oknum PNS dilingkup Kecamatan Padas. Sebagai shock terapy atas ulahnya itu kedua oknum yang notabene abdi negara dijemur sambil hormat bendera dihalaman Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi pada Senin kemarin, (20/01/2019).

Namun perlu ditelusuri lebih lanjut sebab musabab kenapa kedua oknum PNS yang katanya sebagai trantibnya Kecamatan Padas tersebut diduga melakukan pungli ke warung esek-esek dikawasan Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo. Jika dirunut kebelakang awal tahun 2017 lokalisasi berkedok warung di Desa Dawung sudah ditutup oleh pemerintah daerah melalui Satpol PP Ngawi.

Lantas kenapa dua orang oknum PNS itu bisa diduga melakukan pungli ke warung yang menjajakan kepuasan bagi si hidung belang. Jawabanya mungkin tidak lain meski ditutup secara terselubung warung yang dimaksudkan itu masih buka praktek. Logikanya adalah jika memang si pengelola warung esek-esek itu tidak buka praktek tentu menolak ketika ditarik 'pungutan' yang dimaksudkan itu.

Nah, jika menyetor sejumlah 'upeti' tentunya mereka masih membuka usahanya bisnis lendir kenikmatan. Sekarang siapa yang salah atau siapa yang kurang galak ? kemana ketegasan Satpol PP Ngawi dalam memberantas prostitusi diwilayahnya. Ataukan keberadaan petugas trantib memang kurang bertaring. Terus siapa yang sebenarnya mempunyai hak dan kewajiban memberantas salah satu penyakit masyarakat tersebut. (pr)


Tragis, Rahma Temukan Suaminya Meninggal Gantung Diri

Tragis, Rahma Temukan Suaminya Meninggal Gantung Diri


SIGAPNGAWI || Mantingan - Peristiwa cukup menggegerkan warga terjadi di Dusun/Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Ngawi. Warga setempat sekitar pukul 09.30 WIB pada Selasa siang, (22/01/2019), dikagetkan dengan meninggalnya Rika Kuswanto (34) dengan cara gantung diri.

Kematian korban yang beralamatkan Desa Bakamang, Kecamatan Bakamang Tengah, Kota Waringin Timur, Kalteng pertama kalinya diketahui oleh istrinya Rahma. Saat ditemukan kondisi korban sudah terbujur kaku dengan tali plastik melilit ke lehernya.

"Saat ditemukan istrinya itu korban keadaanya sudah meninggal. Sekarang ini jenasahnya langsung dievakuasi ke rumah duka," terang Kapolsek Mantingan AKP Suparno, Selasa, (22/01/2019).

Dijelaskan, paginya Rahma berusaha mencari keberadaan suaminya tersebut karena tidak tidur dirumah. Kemudian bergegas ke rumah orang tuanya yang kosong namun mendadak malah menemukan suaminya sudah meninggal dengan cara yang tidak wajar.

Lebih lanjut Suparno, dari hasil pemeriksaan medis pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan sangat diyakini meninggalnya Rika Kuswanto murni gantung diri. Hanya saja terkait aksi nekat maupun penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri masih ditelusuri lebih lanjut. (pr)




Di Ngawi, Ribuan Umat Kristiani Gelar Perayaan Natal Bersama Dihadiri Tokoh Lintas Agama

Di Ngawi, Ribuan Umat Kristiani Gelar Perayaan Natal Bersama Dihadiri Tokoh Lintas Agama


SIGAPNGAWI || Dengan mengusung tema "Natal Adalah Sumber Hikmat Bagi Kedamaian Umat Manusia" merupakan perayaan Natal bersama umat Kristiani se-Kabupaten Ngawi yang digelar di GOR Bung Hatta Kota Ngawi, Senin, (21/01/2019). Kegiatan perayaan Natal tersebut dihadiri langsung Pendeta Gilbert Lumoidong demikian juga sekitar ribuan umat Kristiani dari daerah setempat.

Pada kegiatan ini juga hadir Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Dandim 0805 Ngawi Letkol Arh Hany Mahmudi. Tidak ketinggalan KH Abdus Salam pimpinan Ponpes Al Barokah Desa/Kecamatan Kendal dan beberapa tokoh agama lainya baik Budha, Hindu dan Konghucu.

Menurut Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengatakan, perayaan akbar Natal di Ngawi ini adalah yang perayaan Natal yang melibatkan berbagai unsur baik kepolisian maupun TNI juga didukung semua tokoh lintas agama di Kabupaten Ngawi. Lanjutnya lagi, perayaan Natal ini sangat menggambarkan toleransi antar umat beragama terutama di wilayah Ngawi.

"Ada makna tersendiri dibalik tema perayaan Natal pada kali ini. Terutama menyangkut kerukunan umat beragama apalagi di Ngawi ini sangat luar biasa hubungan yang dibangun secara harmonis," beber Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Sementara itu Pendeta Gilbert Lumoidong dalam sambutanya atau khotbahnya mengajak umat Kristiani untuk membangun hubungan yang harmonis, penuh toleransi antar pemeluk beragama. Apalagi menjelang tahun politik 2019 sebagai umat harus mengedepankan kerukunan antar sesama manusia dalam kedamaian.

“Melalui perayaan Natal ini, hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk lebih mendalami dan menghayati ajaran agama, untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tutur Pendeta Gilbert Lumoidong.

Pada kesempatan yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan apresiasi kepada umat Kristen yang ada di Kabupaten Ngawi atas partisipasinya membangun kerukunan antar pemeluk beragama maupun sesama pemeluk Kristiani.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu bersinergi dengan pihak manapun. Mari jadikan acara ini sebagai momentum melakukan perubahan yang progresif berlandaskan nilai-nilai religi dan kearifan lokal,” tuturnya. (pr)


Ngawi Bersholawat, Ma'ruf Amin Ungkap Pencawapresan Dampingi Jokowi

Ngawi Bersholawat, Ma'ruf Amin Ungkap Pencawapresan Dampingi Jokowi



SIGAPNGAWI || Didepan ribuan jamaah Nahdlatul Ulama (NU) di alun-alun Kota Ngawi, Jawa Timur Cawapres Ma'ruf Amin mengungkap alasanya bersedia mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019, Senin, (21/01/2019). Menurut Ma'ruf keberadaan Jokowi selama ini sangat menghormati kalangan nahdliyin.

"Karena Pak Jokowi begitu hormatnya pada kita sebagai santri maupun ulama. Sehingga tidak salah ketika saya menerima tawaran beliau untuk mendampinginya," terang Ma'ruf Amin.

Padahal secara logika tandas Ma'ruf, untuk mendampingi pencapresan Jokowi bisa diambil dari kalangan politisi. Namun lain kenyataanya justru meminang dari kalangan nahdliyin pada ajang Pilpres yang digelar 17 April 2019 mendatang.

Hal itu menandakan bahwa Jokowi begitu hormat kepada kalangan nahdliyin bukan hanya sekedar mendukung melainkan menggandeng. Lebih-lebih pasca lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan hingga sekarang ini keberadaan kaum nahdliyin belum diberi kesempatan lagi untuk memimpin negeri ini.

"Sekarang inilah kesempatan kita untuk terlibat langsung dalam membangun bangsa. Maka dari itu sudah saatnya warga NU tampil lagi," urainya.

Diakhir pemaparanya dihadapan ribuan jamaah KH Ali Gondrong melalui kemasan "Ngawi Bersholawat" menginginkan kehadiran NU dewasa ini sebagai perekat keutuhan bangsa Indonesia. Apalagi ditengah situasi intoleransi agama hadirnya kalangan nahdliyin bisa mewujudkan keutuhan bangsa dalam kemajemukan.

Ditempat yang sama Budi Sulistyono Bupati Ngawi mengatakan pada prinsipnya ia menyambut baik kehadiran Ma'ruf Amin dalam kegiatan Ngawi Bersholawat. Memang di Ngawi sendiri ada pengajian rutin melibatkan KH Ali Gondrong.

"Sebenarnya kita menggelar pengajian rutin bersama KH Ali Gondrong dengan jamaah fanatismenya yang luar biasa melalui mafia sholawat. Kebetulan Ma'ruf Amin ada di Madiun dan diundang  kesini alhamdulilah bisa hadir," jelasnya. (pr)


Sabtu, 19 Januari 2019

Lagi Berteduh Dari Hujan, Tiga Motor Ditabrak Avanza

Lagi Berteduh Dari Hujan, Tiga Motor Ditabrak Avanza


NGAWI. Diduga tergelincir kendaraan Toyota Avanza terlibat kecelakaan dengan pemotor dibawah jembatan tol Ngawi - Kertosono tepatnya di Jalan Raya Ngawi - Maospati kilometer 04-05 masuk Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi. Peristiwa lakalantas tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Sabtu, (19/01/2019).

Sebelumnya hujan terjadi disekitar lokasi kecelakaan membuat tiga orang pemotor sengaja berteduh dibawah jembatan lintasan tol (underpass). Saat bersamaan dari arah Kota Ngawi atau utara ke selatan melintas mobil Toyota Avansa yang dikemudikan Setyo Wibowo (31) warga Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Ngawi.

Diduga mobil berplat nomor AE 1060 KA tergelincir akibat cuaca hujan yang mengakibatkan sang sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. Kontan saja mobil itu pun menabrak para pengendara motor dan baru berhenti setelah menabrak tiang telepon. 

"Kalau saya lihat mobil itu kayak oleng ke kiri menabrak pemotor yang lagi berteduh karena hujan dibawah jembatan tol itu," terang Sofyan.

Akibat dari kejadian itu sesuai data dari Satlantas Polres Ngawi dua orang pemotor menjadi korban terpaksa dilarikan ke RS Widodo Ngawi. Kedua korban masing-masing Sumardi (40) warga Desa Dawu, Kecamatan Paron, Ngawi mengalami luka ringan dibagian kaki. Sedangkan satu korbanya lagi kondisinya tidak sadarkan diri atas nama Aditya Iska Putra (18) warga Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi. (pr)



Rabu, 16 Januari 2019

Mantan Perangkat Desa di Ngawi, Ditemukan Tewas di Hutan

Mantan Perangkat Desa di Ngawi, Ditemukan Tewas di Hutan



SIGAPNGAWI || Mantingan - Berawal dari Suparman (48) warga Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Ngawi tengah menggembala kerbau sekitar pukul 07.30 WIB, Kamis, (17/01/2019), di hutan masuk kawasan BKPH Grogol, Desa Pakah, Kecamatan Mantingan. Mendadak dikejutkan dengan penemuan mayat tergeletak dipinggiran jalan hutan dengan posisi terlentang.

Setelah dicek korban diketahui identitasnya atas nama Widodo (65) warga Dusun Kalitengah, Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi. Penemuan mayat langsung diteruskan ke petugas Polsek Mantingan untuk dilakukan pemeriksaan. Untuk sementara meninggalnya korban dipastikan akibat sakit.

"Iya pagi tadi ada penemuan mayat di hutan masuk petak Grogol. Identitasnya sudah diketahui si korbanya itu," terang Kapolsek Mantingan AKP Suparno.

Setelah dipastikan sakit dari penyebab kematian korban saat itu juga langsung dievakuasi ke rumah duka. Dari keterangan keluarga sehari sebelumnya korban pamit ke hutan untuk mencari pakan ternak. Oleh istrinya sempat dilarang karena kondisinya tengah sakit. Namun korban nekat tanpa memperdulikan teguran istrinya itu. (pr)




Selasa, 15 Januari 2019

Motor Dijual Lewat Medsos Ternyata Hasil Pencurian Tiga Pelaku Diamankan

Motor Dijual Lewat Medsos Ternyata Hasil Pencurian Tiga Pelaku Diamankan


SIGAPNGAWI - Kasus yang satu ini boleh dibilang terduga pelakunya masih amatiran. Lantaran barang curian dijual lagi melalui media sosial (medsos) group facebook akhirnya bisa diungkap aparat kepolisian.

Kejadian itu berawal dari laporan Bayu Aji Pamungkas (18) warga Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Ngawi telah kehilangan sepeda motor miliknya jenis Yamaha warna merah nopol AE 5130 JL pada Kamis pekan lalu, (10/01/2019), sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat kejadian motor korban diparkir diteras rumahnya dengan keadaan kunci kontak masih tertancap. Lantas dua orang tetangga korban sebut saja DM (26) dan SHN (24) melihat ada sepeda motor kondisnya tidak terkunci. Merasa ada kesempatan sepeda motor milik Bayu Aji itu pun diduga digasak oleh keduanya.

"Sepeda motor itu dibawa kabur ke daerah Takeran Magetan dan dipreteli," terang Kapolsek Kendal AKP Suroso, Rabu, (16/01/2019).

Di sekitar kandang ayam masuk Kecamatan Takeran, Magetan itulah kedua terduga pelaku ketemu dengan KUN (27) warga Desa Randualas, Kecamatan Kare, Madiun. Kemudian oleh komplotan maling ini sepeda motor curian itu dijual melalui group facebook dan laku terjual Rp 1,5 juta.

Tidak mau kehilangan jejak polisi langsung melakukan penangkapan terhadap DM, KUN dan SHN sekitar pukul 23.30 WIB pada Rabu kemarin, (15/01/2019). Saat ditangkap ketiganya tidak bisa berkutik setelah adanya barang bukti. (pr)


Satu Rumah Roboh BPBD Ingatkan Warga

Satu Rumah Roboh BPBD Ingatkan Warga



SIGAPNGAWI - Sapuan angin disertai hujan lebat selama satu jam pada Selasa kemarin, (15/01/2019), sekitar pukul 17.00 WIB menerjang berbagai wilayah Ngawi, Jawa Timur. Akibatnya satu rumah roboh tertimpa pohon dan beberapa rumah lainya mengalami kerusakan tepatnya di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi disebutkan selain di Bringin sapuan angin kencang juga terjadi beberapa desa di Kecamatan Kedunggalar. Dilokasi ini juga sama ada puluhan rumah rusak diterjang angin disertai hujan.

"Sekarang petugas gabungan mulai kepolisian, TNI dan relawan memperbaiki rumah yang rusak. Dan tim kita melakukan pendataan jumlah kerusakan rumah," terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Rabu, (16/01/2019).

Ia memperingatkan, kepada semua warga untuk ekstra waspada ketika rumahnya berdekatan dengan pohon. Jika ada pohon yang berpotensi roboh Heru meminta untuk ditebang apalagi posisinya ada disamping rumah. (pr)


Senin, 07 Januari 2019

Disperta Klaim Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Di Ngawi Aman

Disperta Klaim Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Di Ngawi Aman



SIGAPNGAWI -  Para petani di Kabupatan Ngawi tidak perlu khawatir tidak menemukan pupuk bersubsidi. Dinas Pertanian (Disperta) daerah setempat memastikan persediaan pupuk bersubsidi bisa memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam sepanjang 2019.

Data yang berhasil dihimpun, di wilayah Ngawi mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dengan perincian, pupuk Urea 44.133 ton, SP-36 mencapai 10.430 ton, ZA sebesar 31.770 ton, NPK mendapat jatah 41.017 ton dan jenis Organik 48.945 ton. Hal itu disampaikan Eka Sri Rahayu Kabid Sarpras dan Tanaman Pangan Disperta Kabupaten Ngawi.

“Kalau pemupukan sesuai anjuran pasti cukup. Mengingat ketersediaan pupuk sepanjang tahun ini (2019-red) sangat cukup,” terang Eka Sri Rahayu, Selasa, (08/01/2019).

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan kios maupun distributor pupuk resmi. Keberadaan kios tersebut diawasi oleh tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) yang terdiri dari penyuluh pertanian, TNI, dan polisi.

Pengawasan yang dilakukan berkaitan dengan pengadaan, peredaran, penyimpanan, dan penggunaan pupuk. Termasuk, harga pupuk subsidi di masing-masing wilayah. Eka meminta agar petugas di kios aktif melakukan verifikasi dan pendataan stok pupuk. Apabila terjadi kekurangan segera melapor ke dinas.

Pungkasnya, luas lahan baik basah dan kering di wilayah Ngawi hingga saat ini tercatat 83.275 hektar terdiri 50.197 hektar sawah dan 33.078 hektar lahan kering. Untuk luasan lahan tanaman pangan padi khususnya mencapai 140.552 hektar dan tanaman palawija mencapai luas 66.158 hektar. (pr)


Telat Blangko, 2 Ribu Lebih e-KTP Warga Ngawi Belum Bisa Dicetak

Telat Blangko, 2 Ribu Lebih e-KTP Warga Ngawi Belum Bisa Dicetak



SIGAPNGAWI - Kendati warga sudah melakukan print ready record (PRR) sebanyak 2.750 orang, kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP mereka tidak bisa dicetak oleh petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ngawi. Penyebabnya, stok blangko yang digunakan untuk mencetak e-KTP di Kabupaten Ngawi sudah habis dan telat dikirim oleh pemerintah pusat melalui Dirjen Dukcapil.

“Telatnya blangko e-KTP bukan masalah awal tahun maupun akhir tahun. Melainkan stok yang dikirim oleh Dirjen Dukcapil itu sangat terbatas sehingga pelayanan pembuatan administrasi kependudukan di Disdukcapil Ngawi sini juga berdampak,” terang Sugeng Kepala Disdukcapil Ngawi, Selasa, (08/01/2019).

Padahal kebutuhan blangko e-KTP dalam perharinya sekitar 300 blangko sesuai jumlah pemohon yang melakukan perekaman maupun memperbarui kartu kependudukan mereka. Telatnya blangko dari pusat beber Sugeng pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mencover jumlah pemohon.

Untuk Disdukcapil Kabupaten Ngawi estimasi kebutuhan blangko e-KTP sampai April 2019 nanti sekitar 10 ribu lembar. Jumlah itu termasuk bagi pemohon baru maupun mereka yang memperbarui kartu identitas diri yang mengalami kerusakan. Ia pun menyayangkan pengiriman blangko dari pemerintah pusat tidak sesuai dengan jumlah yang diajukan.

“Blangko harus kita ambil ke pusat namun hanya mendapatkan sekitar 500 blangko dan itu pun menungggu dulu. Kasihan pada awal tahun 2019 ini jumlah pemohon e-KTP luar biasa lihat sendiri terjadi antrean,” tutup Sugeng. (pr)
Bobol Kotak Amal Masjid Seorang Sales Bernasib Apes

Bobol Kotak Amal Masjid Seorang Sales Bernasib Apes


SIGAPNGAWI - Entah kurang mantra atau memang bernasib apes saat MR membobol kotak amal masjid. Belum sempat menikmati hasil kejahatanya pria 32 tahun asal Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa Timur ini harus berurusan dengan polisi.


Seperti diketahui pada Minggu kemarin, (06/01/2019), MR sesuai pengakuanya sekitar pukul 13.00 WIB masuk wilayah Dusun Grojogan, Desa Kalang, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah nopol S 5537 E sebagai sales untuk menjual alat cuci mobil. Mendadak terduga pelaku masuk Masjid Baiturrahman yang ada di Dusun Grojogan.


Tanpa berpikir panjang dengan menggunakan anak kunci palsu MR berusaha membuka kotak amal dan menguras seluruh uang tunai. Sial, aksinya itu diketahui salah satu takmir masjid hingga berakhir penangkapan. Kasubag Humas Polres Ngawi Kompol ES Martono mengatakan dari tangan MR berhasil diamankan sejumlah barang bukti seperti uang kotak amal senilai Rp 442 ribu dan 10 anak kunci.


"Saat membobol itu terduga pelaku kepergok takmir masjid. Kasus ini langsung kita kembangkan," terang Kompol ES Martono, Senin, (07/01/2019).


Jelasnya, akibat perbuatanya MR dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP. Melihat dari barang bukti yang ada berupa puluhan anak kunci memang mencurigakan. Namun hasil interogasi sementara MR baru sekali membobol kotak amal masjid. (pr)



Zakat Dipersoal Guru Baznas Bicara

Zakat Dipersoal Guru Baznas Bicara



SIGAPNGAWI || Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ngawi membeberkan tentang mekanisme maupun prosedur tentang zakat yang selama ini dikumpulkan. Penjelasan Baznas tersebut menyusul keluhan dari salah satu guru terkait prosedur penarikan zakat.

Seperti yang disampaikan Yuni Purwantini salah satu guru SDN Margomulyo 1 Ngawi secara mendadak tanpa dikonfirmasi sebelumnya mengaku gajinya langsung dipotong Rp 92.500 oleh UPT Pendidikan Ngawi. Padahal sesuai pengalaman sebelumnya besaran zakat yang dikeluarkan sifatnya sukarela setelah mengisi formulir.

"Tahu-tahu tertera uang senilai itu untuk zakat padahal itu gaji guru. Sebenarnya kita bukan mempersoalkan nominalnya tetapi caranya itu," terang Yuni Purwantini, Senin, (07/01/2019).

Ungkapnya lagi, bagi PNS khususnya guru untuk golongan 4 nilai zakatnya Rp 92.500 sedangkan golongan 3 sebesar Rp 30.000 dan terakhir PNS guru golongan 2 senilai Rp 20.000. Yuni berucap, dengan pemangkasan sepihak tanpa konfirmasi yang dilakukan UPT Pendidikan Ngawi sangat merasa keberatan.

Terpisah, Markuat salah satu pengurus bidang tasharuff Baznas Ngawi  menerangkan dengan gamblang proses pemungutan zakat sangat transparan sesuai prosedur yakni UU No 23 Th 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dan ditindaklanjuti dengan PP No 14 Th 2014 sebagai uraian atas undang-undang yang dimaksudkan.

Dia juga menegaskan bahwa tidak semua PNS akan dimintai zakat, tapi hanya mereka yang telah mencapai nisab dan haul. Nisab adalah batasan harta yang mewajibkan seseorang mengeluarkan zakat.

Tandasnya lagi, batasan nisab tersebut setara dengan 85 gram emas atau sekitar Rp 4 juta.
Dengan kata lain, PNS yang difasilitasi untuk membayar zakat ialah mereka yang penghasilan bulanannya telah mencapai angka itu selama satu tahun.

Dengan kata lain, PNS yang difasilitasi untuk membayar zakat ialah mereka yang penghasilan bulanannya telah mencapai angka itu selama satu tahun.

Markuat menegaskan dana yang dipotong itu akan dikelola langsung oleh Baznas untuk didistribusikan lagi ke lembaga maupun pihak yang membutuhkan seperti yayasan anak yatim piatu dan lain-lainya.

"Terkait pengelolaan zakat melalui Baznas sangat transparan artinya dikelola dengan baik secara syariah tidak ada hal apapun yang sifatnya negatif. Semua zakat yang berhasil dikumpulkan selalu dilaporkan jumlahnya," tegas Markuat. (pr)